KOTA-KOTA PRANCIS DALAM KEKACAUAN, CURFEW LOKAL SIAP DIBERLAKUKAN - Berita Dunia
← Kembali

KOTA-KOTA PRANCIS DALAM KEKACAUAN, CURFEW LOKAL SIAP DIBERLAKUKAN

Foto Berita

Gelombang protes di Prancis berujung ricuh. Setelah aksi damai menolak kenaikan harga bahan bakar dan memburuknya layanan publik, sekelompok orang berseragam hitam dan bertopeng melakukan aksi perusakan massal di berbagai kota. Mobil, toko, dan gedung dibakar. Bahkan, beberapa bangunan ikonik tak luput dari vandalisme.

Di Paris, etalase toko dipecahkan dan barang-barang dijarah. Kios, kendaraan, dan bangunan di sekitar Place de la RĂ©publique dan Champs-ÉlysĂ©es dibakar. Patung Republik yang berdiri sejak 1883 pun dipasangi rompi kuning—simbol gerakan protes akhir pekan ini. Polisi menembakkan gas air mata dan granat kejut, tetapi kesulitan membendung kelompok-kelompok kecil perusuh yang bergerak cepat.

Kerusakan paling parah terlihat di Marseille. Massa mendobrak balai kota menggunakan pagar besi sebagai alat pendobrak. Patung Marianne, simbol Republik Prancis, rusak dan terjatuh. Wali Kota Marseille, BenoĂźt Payan, murka dan menyebut aparat keamanan nyaris kehilangan kendali. "Prancis adalah kekuatan ekonomi terbesar keenam dunia. Dunia sedang menonton kita. Pagi ini kita adalah aib bagi Eropa," katanya.

Di Lyon, kantor pariwisata yang menempati gedung abad ke-19 ludes terbakar. Wali Kota Lyon, Grégory Doucet, menyebutnya sebagai tragedi. Sementara di Limoges, balai kota berusia 143 tahun terbakar hebat hingga sebagian bangunan runtuh. Pejabat setempat menyebut massa "secara sengaja" membakar gedung bersejarah itu.

Pemerintah Prancis mengakui kehilangan kendali di sejumlah kota. Menteri Dalam Negeri Laurent Nuñez sempat menawarkan diri mundur, namun ditolak. Perdana Menteri Sébastien Lecornu kini memberikan wewenang kepada wali kota setempat untuk memberlakukan jam malam (curfew) guna meredam kerusuhan.

Analisis Dampak: Kerusuhan ini tidak hanya merugikan secara material—kerugian diperkirakan mencapai jutaan euro—tetapi juga melukai citra Prancis sebagai negara demokrasi stabil. Bagi masyarakat, jam malam lokal akan membatasi mobilitas dan aktivitas ekonomi malam, terutama di kota-kota besar. Wisatawan juga perlu waspada karena sejumlah area ikonik mengalami kerusakan. Di sisi lain, gelombang protes ini mencerminkan akumulasi kekecewaan publik terhadap kebijakan ekonomi pemerintah yang dinilai memberatkan kelas menengah ke bawah.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook