7.000 TAHANAN ISIS PINDAH KE IRAK, KENDALI SURIAH BERUBAH! - Berita Dunia
← Kembali

7.000 TAHANAN ISIS PINDAH KE IRAK, KENDALI SURIAH BERUBAH!

Foto Berita

Pergerakan besar tengah terjadi di Timur Tengah! Pasukan Amerika Serikat baru saja mengawal rombongan ketiga tahanan kelompok teroris ISIL (ISIS) dari penjara Ghwayran di Provinsi Hasakah, Suriah, menuju Irak melalui jalur darat. Langkah ini adalah bagian dari kesepakatan trilateral yang rumit, yang muncul setelah gencatan senjata mematikan antara pemerintah Suriah dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Totalnya, sekitar 7.000 tahanan diperkirakan akan dipindahkan dari berbagai fasilitas penahanan di Suriah timur laut untuk diserahkan ke Irak.

Pemerintah Irak bukan tanpa alasan menerima para tahanan ini. Mereka bertekad untuk meluncurkan investigasi menyeluruh atas kejahatan keji yang dilakukan para anggota ISIL terhadap warganya. Perpindahan massal ini tentu menjadi beban berat bagi Irak, yang harus memastikan keamanan, proses hukum yang adil, dan mencegah potensi rekrutmen ulang atau pelarian, sembari tetap menjaga stabilitas regional.

Sementara itu, perkembangan di timur laut Suriah juga sangat dinamis. Dalam beberapa pekan terakhir, terjadi perubahan signifikan di mana pasukan pemerintah Suriah kembali memperkuat cengkeramannya di wilayah tersebut, sementara SDF melakukan penarikan. Contohnya, Gubernur terpilih SDF untuk Hasakah, Nour Eddien Ahmad, baru saja bertemu delegasi Damaskus di gedung pemerintahan Hasakah, diikuti dengan pengibaran bendera nasional Suriah. Ini menandakan kembalinya otoritas pemerintah pusat di Hasakah. Pasukan pemerintah Suriah juga telah memasuki kota Qamishli, salah satu benteng terakhir SDF yang dipimpin Kurdi, setelah perjanjian gencatan senjata tercapai.

Pergeseran ini bukan sekadar soal tahanan, tapi juga tentang penataan ulang peta kekuatan di kawasan. Perjanjian antara Damaskus dan SDF bahkan memungkinkan integrasi bertahap pejuang SDF ke dalam institusi negara Suriah, sebuah langkah yang disebut Washington sebagai “pergerakan penting menuju rekonsiliasi nasional”. Namun, di sisi lain, ada tanda-tanda pergeseran peran AS. Personel AS dilaporkan mengosongkan sebagian besar menara pengawas di sekitar instalasi militer mereka di wilayah al-Shaddadi, hanya menyisakan satu menara yang masih dijaga. Bahkan, bendera AS terlihat diturunkan dari salah satu menara, dan peralatan pendukung operasional penerbangan di pangkalan tersebut juga sudah tidak tampak. Ini mengindikasikan kemungkinan perubahan operasional atau bahkan penarikan bertahap pasukan AS dari beberapa lokasi, menyerahkan kendali keamanan lebih besar kepada Irak dan pemerintah Suriah. Perubahan ini membawa dampak besar pada stabilitas regional dan masa depan para tahanan ISIL.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook