Isi berita: Politik Amerika Serikat saat ini diwarnai oleh dominasi politikus berusia lanjut atau yang sering disebut sebagai 'gerontokrasi'. Fenomena ini terlihat jelas dari sosok Hal Rogers, politikus Partai Republik berusia 88 tahun yang kembali mencalonkan diri untuk masa jabatan ke-24 di DPR. Rogers, yang pertama kali terpilih pada 1981, bukanlah satu-satunya. Deretan nama senior lainnya termasuk Presiden Donald Trump (80 tahun), pendahulunya Joe Biden yang pensiun di usia 82, Nancy Pelosi, hingga Senator Chuck Grassley yang masih aktif di usia 93 tahun.
Dominasi kaum sepuh ini memicu kekhawatiran publik dan elite politik terkait kesehatan serta kapasitas mereka dalam mengambil keputusan strategis. Muncul wacana untuk memberlakukan batas usia atau tes kesehatan wajib bagi pejabat publik. Di sisi lain, representasi generasi muda sangat minim. Data Uni Antar-Parlemen menunjukkan AS memiliki salah satu proporsi legislator di bawah 45 tahun terendah di antara negara demokrasi maju.
Meski begitu, tantangan bagi politikus muda seperti Riley Owen (27 tahun) dari Partai Republik tidaklah mudah. Selain harus melawan dominasi petahana yang didukung kuat oleh donatur kampanye, politikus muda juga dituntut untuk mampu menawarkan solusi segar bagi masyarakat, seperti isu cuti melahirkan dan transparansi keuangan. Fenomena ini menjadi cermin bagi sistem demokrasi modern yang tengah bergulat antara pengalaman panjang dan kebutuhan akan regenerasi kepemimpinan yang lebih relevan dengan zaman.