Perdana Menteri Irak, Ali al-Zaidi, melakukan kunjungan resmi ke Damaskus untuk bertemu Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa. Ini menjadi momen bersejarah karena merupakan kunjungan pertama seorang PM Irak ke Suriah sejak tumbangnya rezim Bashar al-Assad.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas penguatan hubungan bilateral, terutama di sektor ekonomi dan minyak. Menurut Kantor Berita Irak (INA), fokus utama pembicaraan meliputi ekspor minyak Irak melalui jalur Baniyas, peningkatan volume perdagangan, serta kerja sama pengembangan sektor pertanian untuk mencapai integrasi pangan dan ekonomi.
Langkah ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas kawasan. Irak baru-baru ini mulai mengekspor minyak dalam jumlah terbatas melalui Suriah. Pada Juli lalu, kedua negara menandatangani kesepakatan untuk menghidupkan kembali pipa Haditha-Baniyas, melibatkan konsorsium tiga perusahaan termasuk raksasa minyak Amerika, Chevron.
"Rakyat Irak dan Suriah adalah satu rakyat di dua negara," tegas Zaidi, seraya menekankan pentingnya kerja sama di berbagai bidang, termasuk keamanan dan upaya mewujudkan perdamaian regional. Sementara itu, Presiden al-Sharaa menyambut baik kunjungan ini dan menegaskan komitmen Suriah untuk mencapai tingkat kerja sama tertinggi dengan Irak.
Kedua pemimpin sebelumnya bertemu di New York pada September lalu di sela-sela Sidang Umum PBB. Pertemuan tersebut juga membahas penguatan koordinasi politik dan keamanan serta perluasan kerja sama ekonomi dan perdagangan.