TRUMP PUJI SURIAH USAI HANCURKAN SEKUTU AS? ADA APA? - Berita Dunia
← Kembali

TRUMP PUJI SURIAH USAI HANCURKAN SEKUTU AS? ADA APA?

Foto Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan rasa 'sangat senang' atas perkembangan situasi di Suriah. Pernyataan ini muncul setelah ofensif militer tentara Suriah terhadap Pasukan Demokratik Suriah (SDF) pimpinan Kurdi, yang ironisnya, sebelumnya didukung oleh Washington.

Komentar Trump ini mengemuka pasca percakapan teleponnya dengan Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa, sebelum keberangkatan al-Sharaa ke Moskow untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. "Saya mengadakan percakapan yang hebat dengan presiden Suriah yang sangat dihormati, terkait semua hal tentang Suriah dan wilayah itu," ujar Trump kepada wartawan. Ia menambahkan, "Ini berjalan dengan sangat baik, jadi kami sangat senang."

Dari Damaskus, pernyataan resmi kepresidenan Suriah menyebutkan bahwa al-Sharaa menegaskan kepada Trump "komitmen penuh Suriah terhadap integritas teritorial dan kedaulatan nasionalnya, serta keinginan negara untuk menjaga institusinya dan mempromosikan perdamaian sipil." Al-Sharaa juga menekankan pentingnya menyatukan upaya internasional untuk mencegah kembalinya kelompok teroris, termasuk ISIL (ISIS).

Kebijakan AS ini menandai perubahan posisi yang signifikan. Utusan Khusus AS untuk Suriah, Tom Barrack, sebelumnya menyatakan bahwa peran kelompok pimpinan Kurdi sebagai "kekuatan anti-ISIS utama di lapangan" telah "sebagian besar berakhir". Kini, pemerintah Suriah disebut-sebut mengambil alih tanggung jawab keamanan di negara itu, bahkan dikabarkan akan bergabung dengan Koalisi Global Melawan ISIS sebagai anggota ke-90 pada akhir 2025 – sebuah langkah yang menguatkan rehabilitasi Damaskus di mata internasional.

Pada 18 Januari, SDF memang telah mengumumkan penarikan pasukannya dari kota-kota Raqqa dan Deir Az Zor di timur laut Suriah, menyusul ofensif tentara Suriah. Keputusan AS untuk mengurangi dukungan terhadap Kurdi ini awalnya menuai pertanyaan dari Partai Republik sendiri, namun Senator Lindsey Graham kemudian memuji Trump karena berhasil memulihkan stabilitas di Suriah.

Perubahan haluan AS ini tentu membawa dampak besar. Bagi masyarakat Kurdi, keputusan Washington ini bisa terasa seperti pengkhianatan, meninggalkan mereka dalam posisi rentan setelah bertahun-tahun menjadi sekutu kunci dalam memerangi terorisme. Sementara itu, bagi rezim Assad dan sekutunya, Rusia, ini adalah kemenangan diplomatik dan militer yang signifikan, memperkuat legitimasi mereka di panggung global. Pertemuan Putin dan al-Sharaa di Moskow yang dijadwalkan Rabu besok akan membahas prospek hubungan bilateral dan situasi terkini di Timur Tengah, menandakan penguatan poros Moskow-Damaskus di tengah pergeseran dinamika geopolitik kawasan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook