MOSKOW - Otoritas kesehatan Rusia (Rospotrebnadzor) secara resmi membantah laporan mengenai kasus wabah pes di fasilitas penelitian Siberia. Bantahan ini muncul setelah kabar meninggalnya seorang teknisi laboratorium berusia 28 tahun, Darya Shipilova, yang sempat dikabarkan terinfeksi pes pneumonik.
Pihak laboratorium menyatakan hasil otopsi tidak menemukan bakteri penyebab pes pada tubuh korban. Sebaliknya, tes medis justru mendeteksi adanya infeksi COVID-19 dan rhinovirus. Meski demikian, insiden ini sempat memicu kekhawatiran global karena lokasinya berada di Institut Riset Anti-Pes Irkutsk.
Sebagai langkah antisipasi, sekitar 200 orang sempat dikarantina di rumah sakit setempat. Namun, pihak berwenang mengonfirmasi bahwa 60 persen dari mereka telah dipulangkan karena tidak menunjukkan gejala berbahaya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menerima laporan resmi dari Rusia yang menyatakan situasi saat ini terkendali dan tidak ada wabah pes di wilayah tersebut.
Meski demikian, Amerika Serikat melalui Menteri Luar Negeri Marco Rubio mendesak Moskow untuk bersikap lebih transparan. Rubio menekankan pentingnya keterbukaan data laboratorium, mengingat trauma global terhadap kebocoran patogen pasca pandemi COVID-19. Insiden ini menjadi sorotan karena pes pneumonik merupakan jenis pes paling menular dan berpotensi fatal jika tidak ditangani cepat.