EKUADOR PERANGI NARKOBA DENGAN TARIF, KOLOMBIA TERCEKIK! - Berita Dunia
← Kembali

EKUADOR PERANGI NARKOBA DENGAN TARIF, KOLOMBIA TERCEKIK!

Foto Berita

Pemerintah Ekuador membuat langkah mengejutkan dengan menaikkan tarif impor dari Kolombia hingga 50% mulai 1 Maret. Kebijakan ini bukan sekadar urusan dagang biasa, melainkan eskalasi serius dalam sengketa keamanan dan perbatasan yang sudah lama memanas antara dua negara tetangga di Pegunungan Andes itu. Presiden Ekuador, Daniel Noboa, menuding Kolombia lamban mengatasi perdagangan narkoba di perbatasan, masalah yang ditudingnya memperparah gelombang kekerasan terorganisir di negaranya.

Langkah Ekuador ini memperparah kebijakan tarif awal sebesar 30% yang sudah diberlakukan pada awal Februari. Presiden Noboa, yang gaya kepemimpinannya kerap disamakan dengan Donald Trump, secara terbuka menyalahkan Presiden Kolombia, Gustavo Petro, karena dianggap tidak cukup agresif memerangi penyelundupan narkotika. Kolombia sendiri dikenal sebagai produsen kokain terbesar di dunia.

Selain alasan keamanan, Ekuador juga berdalih menaikkan tarif untuk mengatasi defisit perdagangannya yang membengkak dengan Kolombia. Data menunjukkan, Ekuador mengimpor banyak obat-obatan dan pestisida dari Kolombia, dengan nilai ekspor Kolombia ke Ekuador mencapai $2,13 miliar. Sementara ekspor Ekuador ke Kolombia jauh lebih kecil, hanya sekitar $863 juta. Defisit perdagangan ini diperkirakan mencapai $1,03 miliar hingga 2025.

Keputusan Ekuador ini langsung memicu reaksi balasan dari Kolombia. Setelah tarif awal diberlakukan, Kolombia menangguhkan semua penjualan listrik ke Ekuador. Ini menjadi pukulan telak bagi Ekuador, mengingat hampir 70% pasokan listrik mereka berasal dari PLTA yang kerap terganggu kekeringan. Ketergantungan ini membuat Ekuador sering mengalami pemadaman listrik massal yang memicu protes anti-pemerintah. Sebelumnya, Noboa kerap membeli listrik dari Kolombia untuk mengatasi masalah ini.

Tidak hanya listrik, urusan pengangkutan minyak mentah juga jadi arena pertempuran baru. Ekuador secara drastis menaikkan biaya pengiriman minyak mentah Kolombia melalui Pipa Sistem Minyak Trans-Ekuador (SOTE) hingga 900%. Ketegangan ini jelas berdampak pada ekonomi kedua negara dan berpotensi memperburuk stabilitas regional. Bagi masyarakat Ekuador, kenaikan tarif ini bisa berarti harga barang impor Kolombia naik, sementara risiko pemadaman listrik dan ketidakstabilan politik makin nyata. Konflik ini menunjukkan bagaimana isu keamanan perbatasan dan perdagangan bisa saling terkait, menciptakan krisis berlapis yang kompleks.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook