JOHANNESBURG – Tim nasional Afrika Selatan (Bafana Bafana) akhirnya berangkat ke kamp latihan Piala Dunia di Pachuca, Meksiko, setelah tertunda sehari akibat masalah visa. Namun, drama belum usai: asisten pelatih Helman Mkhalele tertinggal karena visanya ditolak tanpa alasan oleh Konsulat AS di Johannesburg.
Pesawat charter lepas landas dari Johannesburg pada Senin (5/6), sehari lebih lambat dari jadwal semula. Presiden Federasi Sepak Bola Afrika Selatan (SAFA), Danny Jordaan, mengaku bingung dengan penolakan tersebut. "Mereka menolak visa tanpa memberi alasan. Sangat sulit berurusan dengan proses tanpa informasi," ujarnya kepada South African Broadcasting Corporation.
Beruntung, seluruh pemain utama dan 99 persen staf teknis sudah berada dalam pesawat. Pelatih kepala Hugo Broos lega timnya bisa berangkat setelah beberapa hari penuh tekanan. "Hari-hari terakhir cukup membuat stres, tapi masalah itu sudah di belakang kami. Sekarang kami bisa fokus ke pertandingan," kata Broos.
Analisis Dampak: Insiden ini menjadi pengingat betapa rumitnya urusan administrasi dalam event global seperti Piala Dunia, bahkan bagi tim peserta. Situasi ini juga memicu pertanyaan tentang transparansi proses visa AS, yang dinilai tidak komunikatif oleh pihak SAFA. Jika tidak segera diatasi, absennya asisten pelatih bisa mengganggu koordinasi taktik tim di laga uji coba melawan Jamaika dan laga pembuka kontra Meksiko pada 11 Juni.
Afrika Selatan tergabung di Grup A bersama Meksiko, Republik Ceko, dan Korea Selatan. Mereka ingin lolos ke babak gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan mereka.