Stockholm, Swedia - Sebuah tragedi mengungkap operasi gelap jaringan kriminal Foxtrot yang merekrut remaja untuk menjadi pembunuh bayaran. Atilla Azimov, 18 tahun, kini mendekam di penjara seumur hidup setelah mengeksekusi Murad Abdelkader, 20 tahun, yang salah sasaran di pinggiran Stockholm.
Korban yang baru pulang shift kerja di McDonald's ditembak berulang kali dari belakang hingga akhirnya dihabisi dengan tembakan di kepala. Aksi brutal ini ternyata dipesan oleh Foxtrot Network, sindikat kejahatan terorganisir yang memiliki hubungan dengan rezim Iran.
Sejak 2022, jaringan ini diperkirakan bertanggung jawab atas 35 pembunuhan dan berbagai serangan terhadap target Israel di Eropa. Modusnya, mereka merekrut remaja melalui media sosial dengan sistem yang meniru cara kerja gim komputer. Para remaja ini dijanjikan uang, namun seringkali tidak pernah dibayar karena tertangkap lebih dulu.
Pemimpin Foxtrot, Rawa Majid, disebut telah melarikan diri ke Teheran, Iran, dan membuat kesepakatan dengan rezim Iran untuk menyerang lawan-lawan politik mereka. Jurnalis investigasi SVT, Diamant Salihu, mengungkapkan bahwa rezim Iran menggunakan Foxtrot untuk menyerang para pembangkang, jurnalis oposisi, dan target-target Israel.
Europol membentuk gugus tugas khusus bernama OTF GRIMM yang melibatkan 11 negara Eropa untuk menangani fenomena 'violence-as-a-service' (VaaS) atau kekerasan sebagai layanan jasa ini.