KLUB BOLA PENGUNGSI PALESTINA MENEMBUS DUNIA - Berita Dunia
← Kembali

KLUB BOLA PENGUNGSI PALESTINA MENEMBUS DUNIA

Foto Berita

Sebuah klub sepak bola yang berdiri di kamp pengungsi Tepi Barat, Lajee Celtic, baru saja merayakan satu dekade perjalanannya. Perayaan ini berlangsung meriah di London, tepatnya di Edami, sebuah toko roti Lebanon di kawasan timur kota, dengan dihadiri hampir 200 orang. Apa yang awalnya hanya proyek sepak bola lokal kini telah bertransformasi menjadi simbol solidaritas global yang mendunia.

Acara tersebut dipenuhi bendera Palestina, aroma khas manousheh yang baru dipanggang, dan tentu saja jersey Lajee Celtic. Menariknya, jersey ini bukan hanya dipakai oleh warga lokal, tetapi juga oleh selebritas dunia seperti legenda sepak bola Eric Cantona dan aktris Hannah Einbinder. Martin, salah satu penggerak acara yang datang jauh-jauh dari Glasgow, mengaku kagum dengan perkembangan proyek ini. Baginya, kombinasi identitas Irlandia, komunitas diaspora, dan nilai-nilai universal Celtic menjadi perekat yang kuat.

Hubungan antara Kamp Aida dan pendukung Celtic memang terjalin erat selama bertahun-tahun. Mohammed al-Azzeh, Direktur Pusat Lajee, mengenang bagaimana semuanya dimulai dari hubungan pertemanan dengan aktivis Skotlandia dan Irlandia pada 2012 silam. Puncaknya terjadi pada undian Liga Champions 2016, saat Celtic bertemu Hapoel Be'er Sheva dari Israel. Ultras Celtic, Green Brigade, nekat mengibarkan bendera Palestina di stadion meski mendapat ancaman denda dari UEFA. Aksi solidaritas itu berbuah denda, namun mereka meluncurkan kampanye 'Match The Fine For Palestine' untuk menggalang dana bagi organisasi Palestina, termasuk pembentukan akademi sepak bola di Kamp Aida.

Dampak dari gerakan ini sangat besar bagi masyarakat setempat. Lajee Celtic kini tidak hanya menjadi tempat latihan bola, tetapi juga ruang berkumpul bagi pemuda Palestina dari berbagai desa di sekitar Bethlehem, Hebron, dan Yerusalem. Bagi mereka, sepak bola menjadi alat pemersatu yang melampaui sekadar pertandingan. Klub ini sekarang mulai berkompetisi secara resmi, meski sempat tertunda tiga tahun lalu, menandai babak baru perjuangan mereka di lapangan hijau.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook