IRAN VS AS: KONTAK LANGSUNG, TAPI TITIK NOL KEPERCAYAAN! - Berita Dunia
← Kembali

IRAN VS AS: KONTAK LANGSUNG, TAPI TITIK NOL KEPERCAYAAN!

Foto Berita

Di tengah panasnya konflik, ada kabar mengejutkan dari ranah diplomasi. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengonfirmasi adanya kontak langsung dengan utusan kepercayaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Steve Witkoff. Tapi, jangan dulu berspekulasi! Teheran buru-buru menegaskan bahwa komunikasi itu sama sekali bukan sebuah perundingan resmi, melainkan hanya penerimaan pesan.

Araghchi tak segan mengungkapkan tingkat kepercayaan Iran terhadap perundingan dengan AS kini berada di titik nol. Pengalaman pahit di masa lalu menjadi alasannya. Ia menyoroti keputusan Washington menarik diri dari kesepakatan nuklir era Barack Obama, serta dua serangan AS yang terjadi saat upaya perundingan sedang berlangsung—salah satunya di tengah perang yang kini berkobar. “Kami tidak punya keyakinan negosiasi dengan AS akan membuahkan hasil. Tingkat kepercayaan nol,” tegas Araghchi.

Menariknya, Pakistan disebut-sebut sebagai fasilitator utama di balik komunikasi rahasia ini. Upaya Pakistan tidak berhenti di situ; mereka juga menggelar pertemuan dengan sejumlah negara regional seperti Arab Saudi, Mesir, dan Turki untuk mencoba mendorong momentum dialog langsung antara Iran dan AS. Bahkan, Wakil Perdana Menteri Pakistan rela terbang ke Beijing untuk mengamankan dukungan Cina bagi upaya-upaya perdamaian ini.

Selain soal kontak dengan AS, Araghchi juga berbicara lantang tentang masa depan Selat Hormuz, jalur air vital yang menjadi urat nadi 20 persen pasokan minyak dan gas dunia. Menurutnya, Iran dan Oman lah yang memiliki kendali teritorial dan berhak menentukan nasib selat itu setelah perang usai. Kendati demikian, ia berharap Selat Hormuz bisa tetap menjadi jalur yang damai. Namun, negara-negara Teluk, termasuk Qatar, punya pandangan berbeda. Mereka bersikeras harus dilibatkan dalam setiap pembahasan terkait masa depan selat strategis ini. Iran menegaskan selat ini terbuka bagi sebagian besar kapal, kecuali kapal negara yang berkonflik dengannya—sebuah klaim yang bisa memicu ketegangan lebih lanjut.

Analisis: Ada Apa di Balik Layar?

Meskipun Iran menampik adanya negosiasi, fakta bahwa komunikasi langsung antara Teheran dan Washington masih terjalin, sekecil apapun, menunjukkan bahwa jalur dialog belum sepenuhnya tertutup. Ini bisa menjadi celah harapan untuk de-eskalasi, meski prospeknya tipis mengingat tingkat ketidakpercayaan yang begitu dalam. Peran aktif Pakistan, dan upaya mereka melobi negara-negara lain seperti Cina, mengindikasikan tekanan internasional yang kuat untuk meredakan ketegangan.

Bagi masyarakat global, ketidakpastian dialog ini tentu berdampak langsung pada stabilitas kawasan Timur Tengah dan harga minyak dunia. Di sisi lain, klaim Iran atas kendali penuh Selat Hormuz dan potensi pembatasan akses bisa memicu gejolak serius di pasar energi jika konflik terus memburuk. Ketegangan ini juga memaksa Iran untuk terus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk, termasuk invasi darat dari AS, meskipun detailnya tidak dijelaskan lebih lanjut dalam wawancara ini.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook