JERAT POLITIK DI BALIK BEBASNYA JURNALIS PALESTINA - Berita Dunia
← Kembali

JERAT POLITIK DI BALIK BEBASNYA JURNALIS PALESTINA

Foto Berita

Jurnalis Palestina-Arab, Abed Abou Shhadeh, akhirnya menghirup udara bebas setelah mendekam selama lima hari di fasilitas intelijen Shin Bet, Petah Tikva. Ia ditangkap tanpa dakwaan resmi, memicu kecaman keras dari tim kuasa hukumnya. Pihak berwenang Israel menudingnya melakukan 'kontak dengan agen asing' terkait dugaan aliran dana untuk mendukung pemilih Arab dalam pemilu Israel.

Namun, kuasa hukum Abou Shhadeh dari lembaga Adalah, Hadeel Abu Salih, menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar. Ia menilai kriminalisasi ini terjadi murni karena Abou Shhadeh adalah orang Palestina yang menganalisis realitas politik mereka. 'Itu jelas dari hari pertama polisi tidak memiliki bukti. Semua kecurigaan hanya bersandar pada percakapan publiknya dengan intelektual Palestina, Azmi Bishara,' ujarnya.

Insiden penangkapan ini berlangsung dramatis. Pada Selasa tengah malam, 15 petugas keamanan menggerebek rumahnya di Jaffa dan menyita barang-barang pribadi di depan kedua anaknya. Pendiri Adalah, Hassan Jabareen, menyebut penahanan ini sebagai bagian dari kampanye delegitimasi terhadap suara warga Arab di Israel. Ia menyoroti kontradiksi tindakan otoritas: 'Dia pergi ke Doha sebagai jurnalis dan kembali sebagai jurnalis. Tapi dia ditangkap sebagai tokoh politik Arab.'

Setelah dibebaskan, Abou Shhadeh menegaskan bahwa penangkapannya adalah bagian dari 'tindakan politik' untuk mengintimidasi masyarakat Arab secara keseluruhan. Ia bersumpah akan terus melanjutkan pekerjaannya sebagai jurnalis dan menegaskan bahwa jalan kebenaran ada di pihak mereka.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook