Pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump kembali menegaskan posisinya terhadap Venezuela. Dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menlu Venezuela Oliver Blanco di Washington, Senin lalu, Washington mendorong Caracas untuk menjalankan rencana bertahap pemulihan ekonomi dan rekonsiliasi politik sebelum benar-benar menggelar pemilu demokratis.
Rencana itu dikenal sebagai 'tiga fase' versi Trump: stabilisasi, pemulihan ekonomi dan rekonsiliasi politik, lalu transisi demokrasi. Pertemuan ini terjadi hampir setahun setelah pasukan AS menculik mantan Presiden Nicolas Maduro dari Caracas dan membawanya ke Amerika untuk menghadapi tuduhan perdagangan narkoba. Baik Rubio maupun Blanco tidak berbicara kepada media usai pertemuan.
Di saat yang sama, tokoh oposisi Maria Corina Machado kembali ke Venezuela setelah lama di pengasingan. Peraih Nobel Perdamaian yang menyerahkan medali emasnya kepada Trump pada 2025 itu mengaku pulang untuk menyiapkan gerakan menuju pemilu. Ia menyebut Rubio telah menyusun urutan agenda menuju transisi demokrasi, dengan pemilu presiden ditargetkan pada 2027. Namun Machado terlihat skeptis terhadap kesepakatan minyak antara AS dan pemerintah sementara Presiden Delcy Rodriguez. Menurutnya, kesepakatan itu tidak mencerminkan tingkat transparansi yang diinginkan rakyat Venezuela.
Sebelumnya, pada September, AS mengumumkan kesepakatan yang memberi Washington saham di sekitar seperlima sumber daya minyak Venezuela. Melalui joint venture dengan North American Blue Energy Partners (NABEP), Caracas memberikan hak 100 tahun atas 17 lapangan minyak dengan cadangan terbukti 65 miliar barel. Pentagon digadang memiliki 35 persen saham di NABEP, dan AS dijamin hak membeli 20 persen produksi minyak dengan harga pokok.
Analisis dampak: Bagi masyarakat Venezuela, janji pemilu 2027 menjadi angin segar sekaligus ujian kepercayaan. Di satu sisi, tekanan AS mempercepat agenda transisi politik. Di sisi lain, kesepakatan minyak yang menguntungkan Washington berpotensi memicu sentimen nasionalis dan tuduhan 'menjual kedaulatan'. Machado berada di posisi sulit: harus merangkul dukungan AS tanpa terlihat sebagai boneka Washington. Sementara itu, rakyat Venezuela tetap menanti kepastian tanggal pemilu dan transparansi pengelolaan minyak yang menjadi tulang punggung ekonomi mereka.