Buenos Aires, CNN Indonesia -- Malam ini, sepak bola dunia akan menyaksikan momen bersejarah. Lionel Messi, ikon sepak bola Argentina, akan mengucapkan selamat tinggal pada karier internasionalnya dalam laga persahabatan melawan Benin di Estadio Monumental, Buenos Aires. Pertandingan ini bukan sekadar uji coba biasa, melainkan simbol estafet tongkat estafet dari generasi emas 2022 ke para pemain muda Argentina.
Pada usia 39 tahun, Messi mengakhiri perjalanan lebih dari dua dekade bersama Tim Tango. Ia pensiun sebagai pemegang rekor penampilan (207 laga), top skor (125 gol), dan assist terbanyak (68) untuk Argentina. Prestasinya tak perlu diragukan lagi: trofi Piala Dunia 2022, dua Copa America, dan Finalissima.
Keputusan ini diambil Messi dua setengah bulan setelah Argentina kalah dari Spanyol di final Piala Dunia di New Jersey. Saat itu, Messi terlihat menangis dan menulis, "Saya sudah memberikan segalanya. Tidak ada lagi yang tersisa, dan pemain muda hebat layak mendapat kesempatan."
Laga perpisahan ini akan dihadiri 85.000 penonton, termasuk para veteran juara dunia 2022 seperti Angel Di Maria, serta wajah-wajah baru seperti Franco Mastantuono dan Leonel Flores—yang bahkan belum lahir saat Messi debut pada 2005. Pelatih Lionel Scaloni menyebut laga ini sebagai hari yang tak terlupakan, sekaligus menandai era baru tanpa Messi.
Analisis Dampak: Kepergian Messi meninggalkan lubang besar di skuad Argentina. Meski Scaloni optimistis dengan generasi muda, tekanan untuk mengulang sukses Piala Dunia akan sangat berat. Bagi masyarakat Argentina, ini adalah akhir dari sebuah era yang penuh emosi dan kebanggaan. Sementara bagi dunia, ini adalah momen kehilangan salah satu pesepak bola terbaik sepanjang sejarah.