Braden Peters, influencer 20 tahun yang dikenal dengan nama Clavicular, resmi mengajukan pembelaan tidak bersalah atas tuduhan pemerkosaan. Ia dihadapkan pada empat dakwaan serius: pemerkosaan, membius korban untuk hubungan seksual, menyediakan alkohol bagi orang di bawah umur, dan satu tuduhan tambahan terkait insiden pada 2025.
Kasus ini bermula dari laporan seorang gadis 17 tahun yang mengaku diserang di rumah keluarga Peters di Chatham, Massachusetts, pada 23 Mei 2025. Kronologinya, korban dipesankan Uber ke rumah tersebut, lalu keduanya minum alkohol sambil merekam siaran langsung. Petugas polisi yang menerima laporan menilai korban tidak mampu memberikan persetujuan karena usianya yang masih di bawah umur dan tingkat mabuk yang terlihat dalam livestream tersebut.
Dalam sidang Kamis (24/10), hakim mengabulkan bail sebesar 10.000 dolar AS. Peters juga diperintahkan untuk tidak menghubungi atau mengunggah apa pun tentang korban, serta menyerahkan paspornya. Sidang berikutnya dijadwalkan 24 November untuk menentukan apakah bukti cukup kuat membawa kasus ini ke persidangan.
Clavicular sendiri punya lebih dari satu juta pengikut di TikTok dan Instagram. Ia terkenal karena mempromosikan tren "looksmaxxing" ekstrem—mulai dari memukul wajah dan rahang dengan palu, mengonsumsi steroid, hingga berbagai suntikan demi mencapai standar tubuh ideal. Kontennya kerap menuai kontroversi, termasuk insiden penembakan buaya mati di Florida dan penangkapan terkait dugaan pemicuan perkelahian pada Maret lalu.
Kasus ini menjadi sorotan karena menyoroti sisi gelap tren kecantikan ekstrem di media sosial. Banyak pihak menilai fenomena "looksmaxxing" perlu diwaspadai, terutama karena menggaungkan standar fisik tidak realistis dan berisiko bagi kesehatan mental remaja. Hingga berita ini diturunkan, Peters masih membantah semua tuduhan dan menyebut hubungan tersebut konsensual.