BALAS DENDAM IRAN GUNCANG TELUK, DUNIA DI AMBANG KONFLIK? - Berita Dunia
← Kembali

BALAS DENDAM IRAN GUNCANG TELUK, DUNIA DI AMBANG KONFLIK?

Foto Berita

Kawasan Teluk kembali tegang setelah Iran melancarkan serangan balasan besar-besaran terhadap aset-aset Amerika Serikat dan Israel di beberapa negara, memicu kekhawatiran meluasnya konflik. Ledakan dahsyat dilaporkan terdengar selama dua hari berturut-turut di pusat-pusat bisnis dan kota-kota strategis seperti Dubai, Doha, dan Manama.

Serangan ini dipicu oleh pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat tinggi lainnya, termasuk Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Abdul Rahim Mousavi, yang Iran tuding sebagai ulah Amerika Serikat dan Israel. Pada hari Sabtu, Iran meluncurkan 137 rudal dan 209 drone ke arah Uni Emirat Arab, menyebabkan kebakaran dan kepulan asap tebal yang terlihat hingga ke ikon Dubai seperti Palm Jumeirah dan Burj Al-Arab.

Dampak serangan ini tidak main-main. Di Bandara Internasional Abu Dhabi, satu orang dilaporkan tewas dan tujuh lainnya terluka. Bandara tersibuk di dunia untuk lalu lintas internasional, Bandara Dubai, serta Bandara Kuwait, juga turut menjadi sasaran. Qatar pun tak luput, dengan 65 rudal dan 12 drone yang ditembakkan ke wilayahnya, menyebabkan 16 orang terluka meski sebagian besar berhasil dicegat.

Ketegangan merembet ke wilayah lain. Sistem pertahanan udara Yordania dilaporkan mencegat rudal yang memasuki wilayah udara ibu kota Amman. Sementara di Irak utara, sebuah drone jatuh dekat Bandara Internasional Erbil, menimbulkan kepulan asap besar. Sirene peringatan juga terdengar di Kuwait.

Situasi ini jelas bukan isapan jempol belaka. Eskalasi konflik di Teluk, yang selama ini dikenal sebagai penopang utama pasokan minyak dan gas global, berpotensi besar mengguncang pasar energi dunia dan menyebabkan lonjakan harga minyak. Ribuan tentara AS yang ditempatkan di negara-negara Teluk juga berada dalam risiko. Dunia kini menanti dengan cemas, apakah ini awal dari konflik yang lebih besar di Timur Tengah, ataukah ada ruang untuk de-eskalasi melalui jalur diplomatik seperti yang dimediasi Oman dalam isu nuklir.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook