UGANDA GEMPAR! MUSEVENI UNGGUL, RIVAL DITUDING DITAHAN - Berita Dunia
← Kembali

UGANDA GEMPAR! MUSEVENI UNGGUL, RIVAL DITUDING DITAHAN

Foto Berita

UGANDA DIGUNCANG PEMILIHAN PRESIDEN: Hasil awal pemilihan presiden Uganda menunjukkan petahana Yoweri Museveni unggul telak. Namun, suasana panas dengan laporan kekerasan dan tudingan kecurangan masif mewarnai pesta demokrasi ini, terutama setelah rival utama Museveni, penyanyi yang beralih jadi politisi Bobi Wine, dikabarkan ditahan di rumahnya.

Komisi Pemilihan Umum Uganda pada Jumat (waktu setempat) mengumumkan bahwa Museveni, yang sudah berkuasa sejak 1986, meraih 76,25 persen suara dari hampir separuh tempat pemungutan suara yang masuk. Angka ini jauh mengungguli Bobi Wine, yang bernama asli Robert Kyagulanyi, dengan hanya 19,85 persen suara. Sisa suara dibagi kepada enam kandidat lain.

Namun, kabar penahanan rumah Bobi Wine oleh militer dan polisi di kediamannya di ibu kota Kampala langsung memicu ketegangan. Partai National Unity Platform (NUP) milik Wine mengunggah pernyataan tersebut di akun X mereka, meski juru bicara kepolisian Kituuma Rusoke membantah mengetahui penahanan tersebut. Wine sendiri sebelumnya menuding adanya kecurangan besar-besaran dalam pemilu yang digelar di tengah pemadaman internet ini.

Kantor HAM PBB pekan lalu sudah menyuarakan kekhawatiran atas iklim "represi dan intimidasi yang meluas" selama kampanye. Aksi unjuk rasa Wine berkali-kali dibubarkan dengan gas air mata dan tembakan, bahkan dilaporkan menewaskan setidaknya satu orang dan menangkap ratusan lainnya. Pemerintah berdalih tindakan tersebut adalah respons terhadap perilaku melanggar hukum.

Pemilihan juga diwarnai molornya pembukaan sejumlah TPS hingga empat jam karena "masalah teknis". Kekerasan dilaporkan pecah semalam di kota Butambala, sekitar 55 km barat daya Kampala. Seorang aktivis HAM terkemuka, Agather Atuhaire, mengklaim tentara dan polisi menewaskan setidaknya 10 pendukung oposisi yang berkumpul di rumah seorang anggota parlemen. Klaim ini dibantah oleh juru bicara polisi setempat, yang menyebut "preman" oposisi menyerang kantor polisi.

Ketegangan ini memperkuat kekhawatiran akan kerusuhan di Uganda, negara yang belum pernah mengalami transisi kekuasaan presiden secara damai sejak kemerdekaan enam dekade lalu. Jika menang, ini akan menjadi periode jabatan ketujuh bagi Museveni, salah satu pemimpin terlama di Afrika.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook