RUMAH MURAH GHANA MASIH JAUH DARI JANGKAUAN - Berita Dunia
← Kembali

RUMAH MURAH GHANA MASIH JAUH DARI JANGKAUAN

Foto Berita

Ghana menghadapi tantangan besar dalam sektor perumahan. Negara ini membutuhkan lebih dari 1,8 juta unit rumah tambahan, tetapi masalah utamanya bukan sekadar membangun, melainkan harga rumah yang tetap tidak terjangkau bagi mayoritas warga. Data menunjukkan sekitar 56,7 persen populasi Ghana tinggal di perkotaan, namun hanya sekitar 5 persen yang mampu membeli rumah tanpa bantuan negara.

Pemerintah telah mengambil langkah untuk menekan biaya pinjaman dan merangsang pembangunan. Dana Perumahan Nasional menurunkan suku bunga KPR dari 13,5 persen menjadi 8,4 persen, sementara dana bergulir sebesar 3 miliar cedi (sekitar 256 juta dolar AS) menyasar pekerja sektor publik dengan tenor 15-20 tahun. Pemerintah juga berupaya menghidupkan kembali Proyek Perumahan Saglemi yang terbengkalai, menargetkan 700 unit pertama pada Maret 2027, serta merencanakan Proyek Green City seluas 200 hektar di Dedesua.

Presiden John Dramani Mahama dalam Konferensi Nasional Pembiayaan Perumahan mengumumkan alokasi 1 miliar cedi (sekitar 85 juta dolar AS) dalam anggaran 2027 untuk Dana Perumahan Nasional. Ia menyoroti kesulitan pekerja informal mengakses KPR karena tidak memiliki slip gaji dan catatan bank konvensional. "Sistem yang tidak dapat mengenali mata pencaharian ini mengecualikan sebagian besar bangsa kita dari kesempatan memiliki rumah," ujarnya.

Menteri Perumahan Ahmed Ibrahim menyerukan partisipasi swasta yang lebih besar dalam perumahan terjangkau dan pembiayaan KPR. Namun, tantangan struktural tetap ada. Sekitar 90 persen perumahan di Ghana dibangun melalui tabungan pribadi dan konstruksi bertahap, sementara penetrasi KPR hanya 0,3 persen dari PDB. Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar rumah tangga harus membiayai sendiri pembangunan rumah mereka, sementara suku bunga rendah tidak serta-merta mengimbangi mahalnya lahan, infrastruktur, dan biaya konstruksi.

Dampak bagi masyarakat: Kesenjangan antara kebutuhan rumah dan daya beli efektif terus membatasi jangkauan pengembang swasta dan pemberi pinjaman KPR konvensional. Tanpa terobosan dalam pembiayaan inklusif dan penurunan biaya konstruksi, jutaan warga Ghana akan tetap kesulitan memiliki rumah layak.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook