West Indies jadi tim pertama yang melenggang mulus ke babak Super Delapan Piala Dunia T20 usai mengandaskan perlawanan Nepal dengan skor meyakinkan. Bertanding di Wankhede Stadium, Mumbai, Minggu lalu, tim asal Karibia ini membuktikan dominasinya, sekaligus memupus harapan Nepal untuk melaju lebih jauh di turnamen akbar tersebut.
Sang kapten, Shai Hope, tampil gemilang dengan torehan 61 run tak terkalahkan dari 44 bola, termasuk tiga kali enam dan lima kali empat, membawa timnya mencapai target 134 run hanya dalam 15.2 over. Hope tidak sendirian, ia ditemani Shimron Hetmyer yang juga tampil apik dengan 46 run tanpa kehilangan wicket dari 32 bola. Keduanya membentuk kemitraan krusial 91 run yang tak terputus, mengamankan kemenangan sembilan wicket untuk West Indies.
Sebelumnya, West Indies menunjukkan taji dalam menjaga ketat perolehan run Nepal. Mereka sukses membatasi Nepal hanya mengumpulkan 133 run dengan delapan wicket tumbang dalam 20 over penuh. Peran Matthew Forde yang tampil efektif dengan 1-10 dari empat over dan berhasil menjatuhkan kapten Nepal, Rohit Paudel, serta Jason Holder yang memporak-porandakan lini tengah dengan empat wicketnya (4-27), patut diacungi jempol. Meski sempat terpuruk di awal pertandingan, Dipendra Singh Airee (58 run) dan Sompal Kami (26 run) sempat memberikan perlawanan berarti dengan kemitraan 54 run untuk wicket ketujuh, namun tak cukup untuk menahan laju tim Karibia.
Kemenangan ini tak hanya mengukuhkan posisi West Indies sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia T20 tahun ini, tetapi juga mengirim sinyal kuat kepada tim-tim lain yang akan berlaga di babak Super Delapan. Bagi Nepal, meski harus angkat koper, partisipasi mereka di kancah global ini adalah pengalaman berharga dan menjadi inspirasi bagi negara-negara kriket berkembang lainnya. Perjuangan keras mereka, terutama penampilan apik Airee dan Kami, menunjukkan bahwa tim-tim underdog punya semangat juang yang patut diperhitungkan di panggung dunia.