KONTROVERSI PENGUSAHA 'KUCING' GOYANG POLISI AFRIKA SELATAN - Berita Dunia
← Kembali

KONTROVERSI PENGUSAHA 'KUCING' GOYANG POLISI AFRIKA SELATAN

Foto Berita

Johannesburg, Afrika Selatan – Nama kontroversial pengusaha Vusimusi 'Cat' Matlala kembali menghantui penyelidikan Komisi Madlanga, sebuah badan independen yang menyelidiki dugaan korupsi di tubuh kepolisian Afrika Selatan. Pria berusia 49 tahun ini dituding memberikan suap berupa 20 ekor impala, obat pelangsing Ozempic, hingga pinjaman pribadi untuk memenangkan kontrak polisi dan membeli pengaruh.

Matlala seharusnya memberikan kesaksian di hadapan hakim pensiunan Mahkamah Konstitusi, Mbuyiseli Madlanga, pada Rabu (14/8). Namun, setelah dua jam hadir di depan komisioner, sidang akhirnya diundur hingga September. Alasan penundaan belum diumumkan secara resmi, namun sumber menyebut Matlala membutuhkan waktu untuk menyusun pembelaan.

Meski kini jadi pusat perhatian, Matlala baru dikenal publik tiga tahun lalu saat namanya muncul dalam kasus tender rumah sakit negara. Dalam sidang parlemen November lalu, ia mengaku tidak kenal petinggi polisi dan politisi, serta membantah semua tuduhan korupsi. Ia hanya mengakui pernah memberikan sumbangan untuk kegiatan partai berkuasa, African National Congress (ANC).

Yang paling menghebohkan, Matlala juga dituding sebagai bagian dari kartel narkoba yang disebut 'Big Five'. Tuduhan ini belum pernah ia bantah secara langsung. Ironisnya, ia dan istrinya, Tsakane Matlala, saat ini juga tengah menghadapi dakwaan percobaan pembunuhan.

Kisah hidup Matlala penuh liku. Lahir di tahun 1976, ia tumbuh di kawasan kumuh Pretoria. Dalam pengakuannya di parlemen, ia sempat menjadi anak jalanan setelah ditinggal ibunya. Ia baru bertemu kembali sang ibu pada 2002 saat ibunya sakit parah. Ia mengungkapkan bahwa ibunya yang menderita albinisme menjadi korban kekerasan seksual karena mitos keliru yang beredar di masyarakat.

Sejak remaja, Matlala sudah berurusan dengan hukum. Ia pernah dipenjara pada 2001 karena kepemilikan barang curian. Daftar panjang kriminalnya mencakup perampokan rumah, perampokan mobil, hingga penganiayaan. Namun, ia selalu membantah semua tuduhan tersebut.

Analisis Dampak: Kasus ini membuka borok besar di institusi kepolisian Afrika Selatan. Jika terbukti, praktik suap seperti ini tidak hanya merusak kredibilitas polisi, tetapi juga menghambat pemberantasan kejahatan. Publik Afrika Selatan, yang sudah lelah dengan angka kriminalitas tinggi, menuntut transparansi penuh. Komisi Madlanga diharapkan bisa menjadi tameng untuk membersihkan lembaga penegak hukum dari 'mafia' bisnis seperti Matlala.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook