Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth, membuat pernyataan tegas terkait hubungan tegang dengan Iran. Hegseth menegaskan bahwa Washington tidak memulai konflik dengan Republik Islam itu. Namun, di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, AS bertekad untuk "menyelesaikannya."
Pernyataan ini muncul menyusul tuduhan Washington yang menuding Iran berada di balik serangkaian serangan terhadap warga Amerika di kawasan Timur Tengah sebelumnya. Retorika Hegseth ini mengindikasikan sikap AS yang semakin keras terhadap Teheran, menegaskan upaya untuk menanggapi apa yang mereka anggap sebagai agresi Iran.
Analisis menunjukkan bahwa pernyataan tersebut berpotensi meningkatkan eskalasi ketegangan di kawasan. Sejak penarikan AS dari kesepakatan nuklir Iran (JCPOA) pada 2018 dan penerapan sanksi ekonomi ketat, hubungan kedua negara memang kian memburuk. Pernyataan Hegseth bisa diinterpretasikan sebagai sinyal kuat bahwa AS tidak akan gentar menghadapi Iran, bahkan jika itu berarti mempercepat konfrontasi. Dunia internasional memantau dengan cemas, mengingat potensi dampak konflik di Timur Tengah terhadap stabilitas global dan pasokan energi.