Washington DC, AS – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat pernyataan mengejutkan soal arena UFC yang sedang dibangun di halaman selatan Gedung Putih. Ia menyebut struktur itu mirip dengan Menara Eiffel dan mungkin tidak akan pernah dibongkar.
Arena ini dipersiapkan untuk gelaran UFC Freedom 250 pada 14 Juni 2026, dalam rangka memperingati 250 tahun kemerdekaan AS. Trump membandingkannya dengan nasib Menara Eiffel di Paris yang awalnya direncanakan dibongkar setelah 20 tahun, tapi akhirnya tetap berdiri hingga sekarang.
“Kami membangun sesuatu yang sangat menarik di depan Gedung Putih. Mungkin kami tidak akan pernah membongkarnya,” ujar Trump di akun TikTok-nya.
Fakta Penting Acara
- Pertarungan utama (main event): Ilia Topuria (Juara kelas ringan) vs Justin Gaethje (Juara interim).
- Co-main event: Alex Pereira (Brasil) vs Ciryl Gane (Prancis) untuk gelar juara kelas berat interim.
- Biaya produksi: Sekitar 60 juta dolar AS (Rp 900 miliar) ditanggung UFC.
- Penonton: 4.300 orang di halaman Gedung Putih, mayoritas anggota militer. 85.000 tiket gratis untuk publik di Ellipse Park.
- Tidak ada tiket umum yang dijual.
Analisis Dampak
Langkah ini menandai pertama kalinya dalam sejarah Gedung Putih menggelar acara olahraga profesional langsung. Jika arena benar-benar dipertahankan secara permanen, ini akan mengubah lanskap ikonik halaman selatan Gedung Putih selamanya. Langkah Trump juga menunjukkan kedekatannya dengan dunia olahraga tarung, sekaligus menjadi strategi politik untuk mendekati basis penggemar MMA yang besar di AS.
Namun, keputusan ini menuai kontroversi. Sejumlah kritikus menilai pembangunan tersebut tidak pantas dilakukan di area bersejarah yang seharusnya steril dari kepentingan komersial. Beberapa sejarawan juga mengingatkan bahwa Menara Eiffel dibangun untuk tujuan budaya dan pariwisata, bukan untuk acara olahraga berbayar.