Insiden menegangkan terjadi di dekat pangkalan Angkatan Udara Kerajaan (RAF) di Fairford, Inggris, awal pekan ini. Lima pria berkewarganegaraan Inggris ditangkap karena diduga terlibat aktivitas mencurigakan dan pelanggaran terkait bahan peledak. Meski kelimanya telah dibebaskan dengan jaminan, investigasi intensif masih berlanjut dan memicu spekulasi internasional yang panas.
Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, mengungkapkan bahwa dinas keamanan negaranya memiliki 'indikasi kuat' keterlibatan Iran dalam insiden ini. Senada dengan itu, Amerika Serikat dan Israel juga menunjuk ke arah yang sama. Presiden AS, Donald Trump, menyebut kasus ini 'mungkin' terkait Iran, sementara Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengklaim pihaknya telah memperingatkan Inggris tentang potensi serangan yang disponsori Iran. Pangkalan RAF Fairford sendiri dikenal strategis karena sering digunakan AS untuk operasi militer, termasuk pengerahan pembom dalam konflik melawan Iran.
Namun, tuduhan ini dibantah keras oleh Teheran. Kedutaan Besar Iran di London 'menolak secara kategoris' segala upaya yang mengaitkan negaranya dengan para tersangka. Iran menilai narasi ini sebagai propaganda 'Iranofobia' yang didasarkan pada spekulasi palsu, dan mengancam akan menempuh jalur hukum. Hingga saat ini, polisi Inggris belum menemukan bahan peledak dalam kendaraan yang diparkir, melainkan hanya sejumlah bensin. Kelima tersangka kini dibebaskan dengan syarat ketat, sementara misteri siapa dalang di baliknya masih menjadi tanda tanya besar.