Islamabad, Pakistan – Pakistan kembali melancarkan serangan udara mematikan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan. Aksi ini memecah ketenangan yang relatif terjaga selama beberapa bulan terakhir di kawasan yang rawan konflik tersebut.
Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, mengonfirmasi bahwa serangan yang disebutnya 'terukur' itu menyasar empat target. Klaim pemerintah Pakistan, setidaknya 26 militan tewas dalam operasi ini. Target tersebut meliputi pusat pelatihan dan gudang amunisi milik kelompok bersenjata.
Namun, versi berbeda datang dari pihak Afghanistan. Pemerintah Taliban di Kabul menyatakan bahwa 13 orang menjadi korban, dan sebagian besar dari mereka adalah anak-anak. Serangan Pakistan menghantam tiga provinsi, yaitu Kunar, Khost, dan Paktika. Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, merinci bahwa 11 anak-anak, satu perempuan, dan satu pria lanjut usia tewas. Selain itu, 14 perempuan dan anak-anak lainnya dilaporkan luka-luka.
Pakistan selama ini kerap menuduh Afghanistan menjadi tempat persembunyian para teroris yang melancarkan serangan ke wilayahnya. Tuduhan ini selalu dibantah keras oleh pemerintah Taliban. Ketegangan kedua negara memang meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Pada Februari lalu, bentrokan sengit menewaskan puluhan orang. Bahkan pada Maret, serangan Pakistan ke sebuah pusat rehabilitasi narkoba di Kabul menewaskan ratusan orang menurut laporan PBB.
Serangan terbaru ini dilakukan sehari setelah aksi penyerangan terhadap petugas keamanan di dekat Peshawar yang menewaskan enam orang. Pakistan menganggap aksi itu sebagai dalih untuk melakukan pembalasan.
Analisis Dampak: Serangan ini menunjukkan betapa rapuhnya gencatan senjata yang disepakati kedua negara pada Oktober tahun lalu. Eskalasi ini tidak hanya mengancam stabilitas kawasan Asia Selatan, tetapi juga berpotensi memicu krisis kemanusiaan baru. Korban jiwa yang didominasi anak-anak dan perempuan dari pihak Afghanistan memicu kecaman internasional. Situasi ini juga memperumit upaya diplomatik yang sudah sulit dilakukan antara Pakistan dan Taliban. Jika tidak ada langkah de-eskalasi, konflik terbuka skala besar bisa kembali terjadi di perbatasan yang membentang sepanjang 2.600 km itu.