Mogadishu, Somalia - Selama puluhan tahun, nama Mogadishu identik dengan bom bunuh diri dan senjata api. Namun, seorang pemandu wisata muda bernama Sucdi Abdul Fattah Abdul Khader (23) bertekad mengubah citra tersebut dengan memperkenalkan sisi lain ibu kota Somalia itu: keindahan pantai, kekayaan sejarah, dan keramahan warganya.
Melalui tur yang ia kelola bersama sang ayah, Sucdi mengajak wisatawan menjelajahi Jazeera Beach dengan pasir keemasannya, pasar ikan yang menyajikan beragam hasil laut, hingga situs bersejarah peninggalan masa kejayaan perdagangan Samudra Hindia, Ottoman, dan Italia. Wisatawan juga dapat mencicipi kuliner khas seperti daging unta dan teh tradisional.
Meski industri pariwisata Somalia masih tergolong baru dan bersifat musiman, Sucdi mencatat tren positif tahun ini. Kedatangan lima wisatawan per minggu sudah dianggap sebagai capaian sukses. Ia aktif mempromosikan keindahan kotanya melalui media sosial TikTok untuk menjangkau audiens global.
Analisis Dampak: Inisiatif ini menjadi angin segar bagi pemulihan ekonomi lokal dan citra internasional Somalia. Namun, tantangan keamanan masih menjadi momok utama yang membuat wisatawan berpikir dua kali untuk berkunjung. Perubahan persepsi publik global membutuhkan konsistensi dalam menjaga stabilitas keamanan di lapangan.