Lebanon kini di ambang krisis kemanusiaan yang makin parah. Lebih dari satu juta warga terpaksa mengungsi akibat serangan Israel di selatan, memicu PBB mengeluarkan peringatan keras tentang 'pengungsian paksa' yang berpotensi mengguncang stabilitas negara.
Kondisi ini terjadi seiring meluasnya serangan udara dan invasi darat Israel di wilayah selatan Lebanon. Akibatnya, jutaan orang kehilangan tempat tinggal dan tak punya tujuan pasti. Reporter Al Jazeera, Heidi Pett, melaporkan langsung dari pusat kota Beirut, bahwa dampaknya sangat terasa, para pengungsi kebingungan mencari perlindungan.
Istilah 'pengungsian paksa' yang disebut PBB mengindikasikan bahwa warga tidak punya pilihan selain meninggalkan rumah mereka demi keselamatan, bukan atas dasar kehendak sendiri. Situasi ini bukan sekadar perpindahan fisik, tapi juga ancaman nyata bagi stabilitas sosial dan ekonomi Lebanon. Tekanan terhadap sumber daya dan infrastruktur makin memuncak, memperparah kondisi kemanusiaan di tengah ketidakpastian regional yang terus membayangi.