Atlanta, AS – Laga hidup-mati tersaji di Grup A Piala Dunia 2026 saat Republik Ceko berhadapan dengan Afrika Selatan di Atlanta Stadium, Kamis siang waktu setempat. Kedua tim sama-sama terluka setelah kalah di laga perdana, membuat laga ini menjadi penentuan nasib mereka di turnamen.
Ceko harus mengakui keunggulan Korea Selatan 2-1 di Guadalajara, meski sempat unggul lebih dulu lewat gol kapten Ladislav Krejci. Sementara itu, Afrika Selatan tampil memalukan dengan hanya sembilan pemain usai dua kartu merah, dan takluk 2-0 dari tuan rumah Meksiko di Mexico City.
Bagi Ceko, laga ini adalah kesempatan emas. Mereka sadar bahwa menghadapi Meksiko di laga terakhir akan jauh lebih berat. Bek Ceko, Jaroslav Zeleny, menegaskan timnya wajib menang. “Melawan Afrika Selatan, kami harus tampil sempurna. Meksiko pasti akan jadi tantangan yang lebih berat setelah ini,” ujarnya.
Di sisi lain, kekalahan Afrika Selatan dari Meksiko menuai kritik pedas di dalam negeri. Performa buruk, kartu merah, dan strategi pelatih Hugo Broos dipertanyakan publik. Tim Bafana Bafana harus segera bangkit jika tak ingin pulang lebih awal.
Analisis: Laga ini bukan sekadar soal tiga poin, melainkan gengsi dan sejarah. Ceko yang kembali ke Piala Dunia setelah 20 tahun absen, berusaha mengulang kejayaan era Cekoslowakia yang pernah jadi runner-up 1934 dan 1962. Sementara Afrika Selatan ingin membuktikan bahwa kekalahan di laga pembuka hanyalah kecelakaan. Pemenang laga ini masih punya harapan tipis ke babak gugur, sementara yang kalah hampir pasti angkat koper.