ATLANTIK SEPI BADAI, REKOR 30 TAHUN TERANCAM PECAH - Berita Dunia
← Kembali

ATLANTIK SEPI BADAI, REKOR 30 TAHUN TERANCAM PECAH

Foto Berita

Untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga dekade, kawasan Atlantik melewati bulan September tanpa satu pun badai siklon terbentuk. Padahal, September biasanya menjadi puncak musim badai. Kondisi ini memunculkan kemungkinan bahwa sepanjang musim 2026, Atlantik benar-benar bersih dari badai—sesuatu yang belum pernah tercatat di era satelit.

Penyebab utamanya adalah El Niño, fenomena pemanasan suhu muka laut di Pasifik tropis yang selama ini dikenal menekan aktivitas badai di Atlantik. Sebaliknya, El Niño justru mengobarkan musim badai di Pasifik Timur Laut. National Hurricane Center (NHC) Amerika Serikat bahkan sudah memprediksi musim yang lebih sepi sejak Mei lalu, dengan perkiraan 8–14 badai tropis, 3–6 di antaranya menjadi badai siklon, dan 1–3 berpotensi menjadi badai besar.

Meski demikian, bukan berarti Atlantik benar-benar kosong. Sepanjang September, tercatat empat badai tropis bernama Edouard, Fay, Gonzalo, dan Hanna. Namun, semuanya hanya berputar di perairan terbuka dan tidak ada yang naik kelas menjadi badai siklon. NHC memperingatkan tidak ada tanda-tanda aktivitas tropis dalam sepekan ke depan.

Para peramal di Colorado State University juga sepakat. El Niño yang kuat diprediksi mengacaukan pola angin di Atlantik dan memicu wind shear—perubahan kecepatan angin secara drastis—yang merobek awan badai sebelum sempat tumbuh besar. Sementara itu, Pasifik justru kebanjiran energi karena suhu air lautnya jauh lebih hangat. Rekor suhu muka laut di Pasifik tengah-timur bahkan sudah terpecahkan tahun ini.

Jika sampai 30 November nanti tidak ada badai siklon yang terbentuk, musim 2026 akan menjadi yang pertama tanpa badai sejak era satelit dimulai. Dalam catatan historis, tahun terakhir tanpa badai adalah 1914—itupun sebelum ada pemantauan satelit, sehingga tidak bisa dipastikan.

Dampak bagi masyarakat: Bagi warga pesisir Amerika Serikat dan Karibia, musim yang sepi ini membawa angin segar berupa berkurangnya risiko bencana. Namun, para ahli cuaca mengingatkan bahwa El Niño juga bisa memicu cuaca ekstrem di tempat lain, seperti kekeringan dan gelombang panas. Masyarakat tetap diminta waspada karena perubahan iklim membuat pola musim badai semakin sulit diprediksi.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook