Pemerintah Inggris membuat gebrakan baru dengan rencana masif perluasan penggunaan teknologi pengenal wajah di seluruh negeri. Menteri Dalam Negeri Shabana Mahmood mengumumkan armada van pengenal wajah akan ditingkatkan lebih dari lima kali lipat, dari 10 unit menjadi lebih dari 50, untuk memburu individu dalam daftar pantau polisi. Namun, rencana ambisius ini langsung menuai kritik tajam.
Terungkap bahwa software kecerdasan buatan (AI) yang menjadi tulang punggung teknologi ini disuplai oleh Corsight AI, sebuah perusahaan berbasis di Israel, melalui subkontrak dari Digital Barriers, rekanan Inggris. Yang bikin geger, teknologi Corsight AI ini diduga kuat telah lebih dulu digunakan oleh militer Israel di Jalur Gaza untuk melacak, menelusuri, dan menahan ribuan warga sipil Palestina di pos-pos pemeriksaan.
Keterlibatan perusahaan dengan 'jejak' di Gaza ini sontak memicu kekhawatiran serius akan pelanggaran kebebasan sipil di Inggris. Apalagi, pemerintah Inggris sendiri belakangan ini kerap melayangkan kritik terhadap tindakan Israel di Gaza. Koalisi Hak Asasi Manusia dan kelompok advokasi langsung menyuarakan potensi penyalahgunaan dan ancaman terhadap privasi warga.
Tidak hanya soal etika dan hak asasi, efektivitas teknologi ini juga dipertanyakan. Laporan dari The New York Times pada Maret 2024, setahun sebelum Corsight terpilih, mengungkap bahwa unit intelijen siber Israel, Unit 8200, telah mengerahkan teknologi Corsight di Gaza. Ironisnya, beberapa pejabat keamanan Israel justru menyatakan keraguan atas akurasinya, bahkan disebut-sebut menyebabkan penangkapan dan penahanan ratusan warga Palestina yang salah. Anggota dewan direksi Corsight sendiri sebagian besar adalah mantan perwira intelijen Israel, menambah tebal kontroversi ini.
Dengan demikian, langkah Inggris ini bukan sekadar peningkatan keamanan, melainkan juga menyorot dilema etis yang mendalam: apakah kecanggihan teknologi harus mengorbankan hak-hak dasar dan akurasi? Masyarakat Inggris kini menanti jawaban atas kekhawatiran besar ini, mengingat rekam jejak teknologi serupa yang pernah disalahgunakan di wilayah konflik.