Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan Israel di negara tersebut sejak Maret lalu kini telah mencapai 3.516 orang. Angka ini terus bertambah seiring eskalasi konflik yang belum mereda di perbatasan Lebanon-Israel.
Serangan yang sebagian besar menyasar wilayah selatan Lebanon dan pinggiran selatan Beirut ini tidak hanya menewaskan warga sipil, tetapi juga menghancurkan infrastruktur penting seperti rumah sakit, sekolah, dan jaringan listrik. Kondisi ini memperparah krisis kemanusiaan yang sudah lama melanda Lebanon.
Analisis: Lonjakan korban jiwa ini menunjukkan bahwa konflik Lebanon-Israel memasuki fase yang lebih brutal. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh keluarga korban, tetapi juga memicu gelombang pengungsian besar-besaran. Organisasi internasional seperti PBB dan Palang Merah sudah berkali-kali menyerukan gencatan senjata, namun hingga kini belum ada tanda-tanda de-eskalasi. Bagi masyarakat global, situasi ini mengingatkan kembali pada kerentanan warga sipil di zona perang serta pentingnya tekanan diplomatik untuk menghentikan pertumpahan darah.