Laga AC Milan kontra Como di Serie A berakhir kontroversial dan bikin Rossoneri gigit jari! Hasil imbang 1-1 membuat Milan makin tertinggal tujuh poin dari Inter Milan dalam perebutan Scudetto. Puncaknya, manajer Milan, Massimiliano Allegri, sampai diusir wasit setelah terlibat keributan di pinggir lapangan, sementara bos Como, Cesc Fabregas, belakangan harus menelan ludah dan minta maaf.
Insiden panas itu pecah di menit-menit krusial pertandingan. Saat Milan melancarkan serangan balik cepat di sisi kiri, winger Alexis Saelemaekers mendadak berhenti dan melayangkan protes keras. Kabarnya, Cesc Fabregas dari bangku cadangan Como diduga menarik kaos Saelemaekers atau menyentuh bola, yang memicu kemarahan Allegri dan staf Milan lainnya. Keributan pun tak terhindarkan antara kedua bangku cadangan.
Wasit Maurizio Mariani tak tinggal diam, langsung mengusir Allegri dengan kartu merah akibat ulahnya dalam keributan. Asisten Fabregas juga turut diganjar kartu merah. Usai laga, Allegri tak bisa menyembunyikan kekesalannya, "Saya yakin ada pelanggaran. Saelemaekers memulai serangan balik dan ditarik oleh seseorang dari bangku cadangan – saya pikir itu Fabregas."
Menariknya, Fabregas kemudian blak-blakan mengaku bersalah. "Saya ingin meminta maaf, saya melakukan sesuatu yang tidak saya banggakan, dan itu tidak sportif," katanya. Meski sempat mengklaim hanya menyentuh bola untuk menghentikan permainan, ia mengakui kesalahannya, "Pelatih harus menjaga tangan mereka. Saya akui seharusnya tidak melakukannya."
Hasil imbang ini jelas menjadi pukulan telak bagi Milan dalam persaingan gelar. Lebih dari sekadar kehilangan poin krusial, insiden ini menyoroti pentingnya sportivitas di lapangan hijau, bahkan dari level pelatih. Permintaan maaf Fabregas mungkin meredakan ketegangan, namun bagi Milan, ini adalah kerugian ganda: poin melayang dan harus menghadapi kontroversi yang menguras energi. Kejadian ini bisa menjadi pelajaran mahal bagi semua pihak tentang etika di pinggir lapangan dan dampak emosi dalam tekanan tinggi pertandingan.