DUNIA DI AMBANG KELAPARAN TERBURUK: KARENA TIMUR TENGAH? - Berita Dunia
← Kembali

DUNIA DI AMBANG KELAPARAN TERBURUK: KARENA TIMUR TENGAH?

Foto Berita

Peringatan ini disampaikan Wakil Direktur Eksekutif WFP, Carl Skau, pada hari Selasa. Ia menjelaskan, pemicu utama ancaman kelaparan massal ini adalah kenaikan harga komoditas dan terhambatnya jalur distribusi bantuan kemanusiaan. Ini terjadi akibat serangan AS-Israel ke Iran yang dimulai 28 Februari lalu. Jalur-jalur vital yang seharusnya menyalurkan bantuan ke wilayah krisis kini terhambat, bahkan beberapa terpaksa dialihkan.

Dampak lainnya adalah lonjakan biaya pengiriman global yang mencapai 18 persen sejak konflik memanas. Biaya tambahan ini memberatkan WFP, apalagi di tengah pemotongan anggaran besar-besaran karena para donor kini lebih memprioritaskan dana untuk pertahanan.

Situasi di Gaza menjadi contoh nyata krisis kemanusiaan yang memburuk drastis. Penduduk bergegas menimbun pasokan makanan yang kian menipis. Penutupan perbatasan, seperti penutupan perlintasan Rafah dengan Mesir selama dua minggu, semakin memperparah kekurangan pasokan. Meskipun Rafah dijadwalkan dibuka sebagian pada Rabu, Direktur Regional WHO untuk Mediterania Timur pekan lalu telah mengingatkan, hanya sekitar 200 truk bantuan per hari yang masuk Gaza, jauh di bawah kebutuhan minimal 600 truk harian untuk menopang wilayah tersebut.

Tak hanya Gaza, krisis pangan juga melanda Sudan. Lebih dari 21 juta orang, hampir separuh populasi, menghadapi kelaparan akut. Bahkan, kelaparan telah dikonfirmasi di beberapa wilayah, di mana akses bagi pekerja bantuan sangat sulit akibat pertempuran yang telah berlangsung tiga tahun. Konflik brutal antara pemerintah militer dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) telah menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan 14 juta jiwa mengungsi. PBB sendiri telah memperingatkan bahwa bantuan ke Sudan bisa habis dalam beberapa bulan jika tidak ada komitmen dana tambahan ratusan juta dolar.

Kondisi ini menunjukkan betapa rentannya ketahanan pangan global terhadap gejolak geopolitik, dengan jutaan nyawa dipertaruhkan. Stabilitas di satu wilayah dapat berimbas besar pada kemanusiaan di belahan dunia lain, memicu domino efek yang sulit dihentikan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook