Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat gebrakan di Gedung Putih. Belum genap sebulan setelah mendepak Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem, kini giliran Jaksa Agung Pam Bondi yang harus angkat kaki dari jabatannya. Keputusan mengejutkan ini diumumkan Trump melalui platform Truth Social pada hari Kamis, menyusul serangkaian laporan media yang mengindikasikan ketidakpuasan sang presiden terhadap penanganan berkas investigasi kasus Jeffrey Epstein, seorang konglomerat sekaligus pelaku kejahatan seks yang dihukum.
Sebagai pengganti sementara, Wakil Jaksa Agung Todd Blanche kini mengambil alih posisi Bondi. Trump sendiri tak menyinggung alasan sebenarnya di balik pemecatan ini, malah menuliskan pujian untuk Bondi sebagai "Patriot Amerika yang Hebat dan teman setia" yang telah melayani sebagai Jaksa Agung selama setahun terakhir. Ia bahkan memuji Bondi karena berhasil memimpin Departemen Kehakiman di tengah periode penurunan angka kejahatan kekerasan di AS.
Namun, di balik pujian itu, Bondi memang telah lama menjadi sorotan tajam. Para kritikus menudingnya melakukan penuntutan yang bermotif politik dan kinerjanya dalam kasus Epstein menuai banyak pertanyaan. Sebagai loyalis setia Trump, Bondi yang mantan Jaksa Agung Florida ini memang dikenal sangat selaras dengan agenda presiden. Hal ini lantas memicu kekhawatiran serius akan independensi Departemen Kehakiman.
Indikasi politisasi ini semakin kuat saat Bondi dituding menarget lawan-lawan politik Trump. Misalnya, pada September tahun lalu, Trump secara terbuka meminta Bondi melalui media sosial untuk menindak Senator Adam Schiff, Jaksa Agung New York Letitia James, dan mantan Direktur FBI James Comey. Tak lama berselang, dakwaan memang sempat dilayangkan kepada James dan Comey, meskipun kemudian dibatalkan oleh dewan juri. Lembaga hukum ternama seperti American Bar Association bahkan telah memperingatkan bahwa tindakan semacam ini secara perlahan mengikis tradisi independensi Departemen Kehakiman.
Tak berhenti di situ, investigasi terkini terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell dan Gubernur Demokrat Minnesota, serta tekanan kepada pejabat pemilu menjelang pemilihan sela November, semakin menambah daftar panjang dugaan intervensi politik. Penanganan kasus Epstein yang krusial dan berprofil tinggi menjadi titik api lain yang memicu kemarahan Trump. Pengusiran Bondi ini bukan sekadar pergantian pejabat biasa, melainkan cerminan dari dinamika kekuasaan yang bergolak di Gedung Putih, berpotensi mengancam kepercayaan publik terhadap sistem peradilan yang seharusnya independen dan bebas dari pengaruh politik.