OPOSISI ISRAEL SEPAKAT USUNG GADI EISENKOT - Berita Dunia
← Kembali

OPOSISI ISRAEL SEPAKAT USUNG GADI EISENKOT

Foto Berita

Para pemimpin oposisi Israel akhirnya mencapai kata sepakat untuk mengusung mantan Kepala Staf Militer Gadi Eisenkot sebagai calon perdana menteri. Kesepakatan ini diambil dalam pertemuan lima pimpinan partai di Herzliya, Selasa (29/10), sehari sebelum Presiden Isaac Herzog memulai konsultasi resmi pembentukan pemerintahan baru.

Dalam pernyataan bersama, kelima partai kompak merekomendasikan Eisenkot dari Partai Yashar kepada Herzog. Tim negosiasi juga langsung bergerak menyusun pedoman kebijakan dan perjanjian koalisi. Mereka menargetkan penggantian pemerintahan Benjamin Netanyahu dengan pemerintahan darurat nasional sesegera mungkin.

Namun, blok oposisi masih dihadapkan pada persoalan pelik: perbedaan sikap soal penggabungan dengan partai-partai yang dipimpin warga Arab. Padahal, dukungan partai Arab bisa menjadi penentu karena koalisi membutuhkan 61 kursi dari total 120 kursi Knesset.

Hasil pemilu 27 Oktober lalu menunjukkan blok Netanyahu meraih 53 kursi, oposisi 48 kursi, dan partai Arab 19 kursi. Eisenkot menetapkan syarat mutlak bagi partai yang bergabung: harus mengakui Israel sebagai negara Yahudi dan melabeli Hamas sebagai organisasi teroris. Syarat ini berpotensi menyingkirkan partai-partai Arab dari koalisi.

Yair Golan, satu-satunya pemimpin oposisi yang terbuka mendukung aliansi dengan partai Arab, menilai pengecualian itu bersifat rasis. Ia berjanji menangani masalah kriminalitas tinggi yang dihadapi warga Palestina di Israel. Sementara Avigdor Liberman dari Yisrael Beytenu menolak keras keterlibatan partai Arab, meski ia juga ingin menghindari pemilu ulang.

Analisis dampak: Kesepakatan ini menjadi sinyal kuat upaya menggulingkan Netanyahu, tetapi keretakan internal soal partai Arab bisa menjadi bumerang. Jika oposisi gagal menyatukan suara, Israel berpotensi terjebak dalam kebuntuan politik berkepanjangan atau pemilu ulang yang kelima dalam kurun waktu dua tahun. Bagi masyarakat, ketidakpastian politik ini berimbas pada stabilitas ekonomi dan keamanan, terutama di tengah situasi perang Gaza yang masih memanas.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook