BANDUNG BARAT DITELAN LONGSOR! PULUHAN HILANG, ANCAMAN IKLIM EKSTREM? - Berita Dunia
← Kembali

BANDUNG BARAT DITELAN LONGSOR! PULUHAN HILANG, ANCAMAN IKLIM EKSTREM?

Foto Berita

Kabar duka datang dari Desa Pasir Langu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Setidaknya 10 orang ditemukan meninggal dunia setelah sebuah tanah longsor menerjang wilayah pemukiman mereka pada Sabtu dini hari. Angka ini dipastikan terus bertambah, mengingat ada sekitar 80 warga lain yang masih dinyatakan hilang dan sedang dalam pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.

Musibah ini terjadi akibat guyuran hujan lebat yang tak henti-hentinya, membuat tanah di area perbukitan menjadi sangat labil. Tanah longsor dengan cepat menghantam perkampungan, menimbun rumah-rumah warga dan memaksa puluhan kepala keluarga segera mengosongkan tempat tinggal mereka untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Proses pencarian dan evakuasi sempat terhenti semalaman karena cuaca ekstrem dan medan yang sangat sulit dijangkau. Koordinator misi penyelamatan, Ade Dian Permana, menyebut kondisi tanah yang belum stabil menjadi tantangan utama, menghambat alat berat untuk masuk ke lokasi. Namun, dengan semangat tak kenal lelah, tim penyelamat yang terdiri dari TNI, Polri, relawan, bahkan dibantu anjing pelacak dan drone, kini kembali berjibaku mencari korban yang tertimbun.

Seorang warga setempat, Dedi Kurniawan (36), mengaku ini adalah longsor terbesar yang pernah ia saksikan di desanya, sekitar 100 km tenggara Jakarta. 'Biasanya hanya banjir kecil dari sungai, tapi kali ini longsornya dari hutan,' ujarnya kepada kantor berita Reuters, menyoroti perubahan pola bencana yang terjadi.

Bencana longsor dan banjir memang sudah jadi 'langganan' di Indonesia, terutama saat musim hujan antara Oktober hingga Maret. Namun, intensitas dan dampaknya belakangan ini kian mengkhawatirkan. Pada akhir tahun lalu, serangkaian badai tropis dan hujan monsun ekstrem di Sumatra menewaskan sekitar 1.200 orang. Bulan ini, longsor dan banjir bandang juga menerjang Pulau Siau, menewaskan sedikitnya 16 jiwa.

Para ahli lingkungan, pemerintah, dan sejumlah pakar terus menyuarakan satu hal: hilangnya hutan berperan besar dalam memperparah bencana ini. Penggundulan hutan membuat tanah kehilangan daya serap air dan rentan longsor saat diguyur hujan deras. Pemerintah bahkan telah menuntut beberapa perusahaan yang diduga bertanggung jawab atas deforestasi, menuntut ganti rugi hingga lebih dari 200 juta dolar AS pasca-banjir di Sumatra. Ini menunjukkan bahwa longsor di Bandung Barat bukan hanya soal hujan, melainkan juga cerminan dari tantangan lingkungan yang lebih besar yang kini dihadapi Indonesia.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook