Washington, DC – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan secara mengejutkan bahwa kesepakatan antara AS dan Iran akan ditandatangani pada hari Minggu ini. Lewat platform Truth Social miliknya, Trump juga menyatakan bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali setelah penandatanganan tersebut.
Pernyataan ini langsung memicu kebingungan karena bertolak belakang dengan sikap resmi Teheran. Pemerintah Iran sebelumnya menegaskan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk mengirimkan negosiator guna menandatangani kesepakatan dalam waktu dekat. Kontradiksi ini menimbulkan spekulasi mengenai apakah Trump berbicara berdasarkan informasi intelijen terbaru, atau justru merupakan manuver politik untuk menekan Iran.
Analisis Dampak: Jika kesepakatan ini benar-benar terjadi, pembukaan kembali Selat Hormuz—yang merupakan jalur transit sepertiga minyak dunia—bisa langsung menstabilkan harga energi global dan meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Namun, jika ini hanya klaim sepihak, risiko konflik dan ketidakpastian pasar justru akan meningkat. Media lain seperti Reuters dan BBC menyoroti bahwa tanpa konfirmasi dari Iran, pernyataan Trump bisa jadi bagian dari strategi negosiasi publik yang berbahaya.