PEMBUNUH CEO LOLOS HUKUMAN MATI, HADAPI PENJARA SEUMUR HIDUP - Berita Dunia
← Kembali

PEMBUNUH CEO LOLOS HUKUMAN MATI, HADAPI PENJARA SEUMUR HIDUP

Foto Berita

Kabar terbaru dari New York menyebutkan, Luigi Mangione, tersangka pembunuh CEO UnitedHealthcare Brian Thompson, kini terbebas dari ancaman hukuman mati. Ini setelah seorang hakim federal menolak dakwaan pembunuhan dan kepemilikan senjata api terhadapnya. Putusan ini praktis membatalkan upaya pemerintah yang sebelumnya ngotot menuntut hukuman mati bagi pemuda 27 tahun tersebut.

Meski demikian, Mangione masih harus menghadapi dua dakwaan penguntitan di pengadilan federal yang bisa berujung hukuman penjara seumur hidup. Selain itu, ia juga dibebani dakwaan pembunuhan di tingkat negara bagian dengan ancaman hukuman serupa. Mangione, yang diketahui berasal dari keluarga berada dan berpendidikan Ivy League, sebelumnya membantah semua tuduhan federal maupun negara bagian.

Korban, Brian Thompson (50), tewas ditembak dari belakang saat berjalan menuju sebuah hotel di Manhattan pada Desember 2024. Rekaman video pengawas menunjukkan seorang pria bertopeng adalah pelaku penembakan. Polisi menemukan tulisan 'delay', 'deny', dan 'depose' pada amunisi, frasa yang kerap dikaitkan dengan praktik penolakan klaim asuransi.

Keputusan Hakim Margaret Garnett, yang diangkat oleh mantan Presiden Joe Biden, ini juga menggagalkan ambisi pemerintahan Donald Trump yang ingin Mangione dihukum mati. Trump, yang kembali menjabat setahun lalu, memang berjanji akan melanjutkan eksekusi federal setelah sempat dihentikan. Proses seleksi juri untuk kasus federal dijadwalkan mulai 8 September. Sementara sidang di tingkat negara bagian belum ada jadwal pasti, meski kantor kejaksaan Manhattan telah mendesak agar sidang dimulai 1 Juli.

Putusan hakim ini, selain menunjukkan kompleksitas sistem hukum AS dan perdebatan seputar hukuman mati, juga menjadi sorotan publik karena menggagalkan janji politik dari pemerintahan yang berkuasa. Bagi keluarga korban, mungkin ini terasa pahit karena hukuman tertinggi tak dapat diterapkan, namun di sisi lain, kasus ini juga membuka diskusi tentang praktik di industri asuransi yang diduga menjadi pemicu kejahatan ini, sebagaimana tercermin dari petunjuk yang ditemukan polisi.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook