Ukraina mencatatkan kemajuan signifikan di garis depan melalui Operasi Vivaldi. Dalam beberapa bulan terakhir, pasukan Kyiv berhasil merebut kembali wilayah seluas 277 kilometer persegi di Donbas timur, memukul mundur posisi Rusia yang sebelumnya berusaha mengepung kota-kota penting Ukraina.
Keberhasilan ini menjadi pukulan telak bagi Moskow. Kyiv mengklaim telah melumpuhkan kekuatan musuh dengan kerugian besar di pihak Rusia, sementara pengamat militer independen membenarkan adanya kemunduran pasukan Rusia di lapangan. Meski begitu, ancaman masih belum usai; drone pengintai dan serangan udara Rusia terus menghantui tentara Ukraina yang bertahan di garis depan.
Menariknya, operasi ini sangat bergantung pada teknologi komunikasi satelit canggih, Starshield, yang memungkinkan komandan memantau medan perang secara real-time dari dalam bunker. Namun, ketergantungan pada teknologi ini juga menimbulkan kerentanan baru bagi strategi pertahanan Ukraina ke depannya.