GAZA – Hamas akan menggelar putaran final pemilihan kepala biro politik baru pekan depan. Proses ini menjadi langkah krusial bagi kelompok Palestina tersebut setelah kehilangan sejumlah pemimpin kuncinya akibat serangan Israel, termasuk Ismail Haniyeh dan Yahya Sinwar.
Menurut sumber internal Hamas, persaingan kini mengerucut antara dua kandidat kuat: mantan pemimpin politik Hamas Khaled Meshaal dan mantan wakil ketua Khalil al-Hayya. Keduanya sama-sama belum meraih suara mayoritas mutlak (50 persen plus satu) di Dewan Syura, sehingga pemilihan putaran kedua pun digelar.
Jika al-Hayya yang mewakili wilayah Gaza tidak menang, ia diprediksi akan tetap menjabat sebagai wakil ketua. Aturan internal Hamas mewajibkan dua posisi puncak diisi oleh perwakilan dari tiga wilayah utama: Gaza, Tepi Barat, dan diaspora.
Proses suksesi ini sebenarnya tertunda akibat perang yang masih berlangsung dan gugurnya sejumlah anggota Dewan Syura. Namun, sumber menegaskan bahwa identitas pemimpin baru akan diumumkan secara resmi begitu hasil pemungutan suara final.
Analisis: Pemimpin baru Hamas akan menghadapi tantangan berat. Selain harus menyatukan kembali struktur organisasi yang terpukul, ia juga harus menentukan strategi di tengah tekanan militer Israel yang terus meningkat. Keputusan ini juga akan berdampak pada dinamika negosiasi gencatan senjata dan masa depan politik Palestina secara keseluruhan.