Kisah Sarah Reeve (45) dan tunangannya Lee menjadi viral setelah ia memberikan ultimatum tegas: Lee harus melunasi utangnya sebelum mereka menikah. Saat bertemu di usia 20-an, Sarah yang sudah memiliki rumah dan membayar cicilan KPR, sementara Lee hanya membayar sewa ke ibunya. "Saya bilang tidak akan menikah dengannya jika dia masih punya utang," ujar Sarah.
Mereka pun menunda pernikahan selama dua tahun agar Lee bisa melunasi pinjaman bank sebesar £2.000 (sekitar Rp40 juta) untuk membeli mobil. Setelah utang lunas, semua pemasukan digabung ke rekening bersama dan Sarah mengambil alih pengelolaan keuangan. "Dia bilang, 'Kamu saja yang atur semua karena aku payah soal uang,'" cerita Sarah.
Kondisi ini mencerminkan tren lebih luas. Laporan St James's Place Women and Wealth Report mengungkapkan bahwa lebih dari 80% perempuan aktif mengelola keuangan rumah tangga sehari-hari. Namun ironisnya, hanya 44% perempuan yang merasa percaya diri mengambil keputusan investasi, dibandingkan 63% pria.
Sarah yang bekerja paruh waktu di asuransi dengan gaji £24.000 per tahun, sementara Lee yang sempat di-PHK kini bekerja mandiri dengan penghasilan sekitar £30.000, mengaku tetap merasa tertekan. "Saya merasa semuanya ada di pundak saya. Dia bilang tidak masalah punya nol rupiah, tapi saya yang harus memikirkan masa depan kami," keluhnya.
Organisasi amal Family Action menyarankan langkah pertama saat keuangan ketat adalah membuat gambaran jelas tentang pemasukan dan pengeluaran. "Ini membantu Anda memahami posisi saat ini sehingga bisa mengambil keputusan terbaik bersama," kata perwakilan lembaga tersebut.