BALOCHISTAN MEMBARA: KENAPA KAYA TAPI MISKIN? - Berita Dunia
← Kembali

BALOCHISTAN MEMBARA: KENAPA KAYA TAPI MISKIN?

Foto Berita

Pertempuran sengit kembali berkobar di Provinsi Balochistan, Pakistan, terutama di kota gurun Nushki. Pasukan keamanan Pakistan harus mengerahkan helikopter dan drone untuk merebut kembali kendali dari kelompok pemberontak. Baku tembak selama tiga hari ini menewaskan puluhan petugas keamanan dan warga sipil, memicu ketegangan yang semakin memanas di wilayah kaya mineral tersebut.

Kepolisian pada Rabu (waktu setempat) mengonfirmasi Nushki berhasil diamankan, namun tujuh petugas tewas dalam insiden tersebut. Sementara itu, kelompok separatis Tentara Pembebasan Balochistan (BLA) mengklaim melancarkan serangkaian serangan sejak Sabtu lalu, menargetkan bank, sekolah, pasar, dan instalasi keamanan di seluruh provinsi terbesar dan termiskin di Pakistan ini. Pihak berwenang Pakistan melaporkan 197 'teroris' tewas dalam operasi kontraterorisme. Namun, BLA punya klaim berbeda, menyatakan telah menewaskan 280 tentara Pakistan dalam operasi yang mereka sebut 'Herof'.

Kondisi ini menciptakan ketakutan mendalam di kalangan warga. Robina Ali, seorang ibu rumah tangga di Quetta, ibukota provinsi, mengaku khawatir rumahnya hancur akibat ledakan keras yang terjadi. Balochistan memang telah lama menjadi sarang gerakan separatis. Ironisnya, provinsi ini kaya raya akan sumber daya alam seperti batu bara, emas, tembaga, dan gas, yang sebagian besar hasilnya dinikmati pemerintah pusat, sementara masyarakat lokal masih hidup dalam kemiskinan. Hal inilah yang memicu kelompok bersenjata untuk terus melawan, mengklaim menentang eksploitasi.

Kekerasan di Balochistan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, termasuk insiden penargetan pekerja Tiongkok dan peristiwa serupa di masa lalu yang melibatkan pengepungan kereta api. Sebagai respons, pemerintah Pakistan telah memberlakukan pembatasan keamanan dan melarang perkumpulan publik. Kepala Menteri Balochistan, Sarfraz Bugti, menegaskan tidak akan mundur dalam memerangi terorisme, bahkan menuduh pemberontak mendapat dukungan dari India dan Afghanistan – klaim yang dibantah keras oleh kedua negara. Lebih dari 700 'teroris' diklaim telah dilumpuhkan dalam 12 bulan terakhir, menunjukkan skala konflik yang serius dan berlarut-larut.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook