London, Inggris – Walikota London, Sadiq Khan, secara terbuka mengecam rencana digelarnya 'Great Israeli Real Estate Event' di ibu kota Inggris pada akhir pekan ini. Acara yang dipromosikan sebagai pameran properti itu dinilai ilegal karena menjual tanah dan bangunan di pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat yang diduduki.
Dalam sesi 'Mayor's Question Time', Jumat (21/6), Khan menegaskan bahwa pemukiman Israel di Tepi Barat tidak bisa dibenarkan dan melanggar hukum internasional. "Saya mengecam setiap upaya untuk menjual properti di pemukiman Tepi Barat, baik di London maupun di mana pun di dunia," tegasnya, seperti dikutip dari Al Jazeera.
Acara yang digelar oleh agen properti 'My Home in Israel' ini menyasar pembeli dari luar negeri. Kelompok hak asasi manusia, termasuk Amnesty International, mengecam keras acara tersebut. Kristyan Benedict dari Amnesty International UK menyebut acara itu bukan sekadar pameran properti, melainkan "apartheid dan aneksasi yang dibungkus promosi penjualan."
Analisis Dampak: Langkah Sadiq Khan menunjukkan tekanan politik yang semakin besar terhadap Israel di tingkat global. Jika pameran ini tetap berlangsung, ia bisa memicu gelombang protes dari komunitas pro-Palestina di Inggris. Lebih jauh, ini menjadi preseden buruk karena secara terang-terangan memperdagangkan tanah yang statusnya ilegal menurut Mahkamah Internasional. Saat ini, lebih dari 700.000 pemukim Israel tinggal di 150 pemukiman ilegal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, sebuah pelanggaran serius terhadap Konvensi Jenewa.