Dua tokoh ikonik asal Amerika Serikat, Bob Dylan dan Paus Leo XIV, bertemu dalam momen singkat namun bersejarah di Istana Apostolik, Vatikan, Rabu (waktu setempat). Pertemuan ini terjadi di sela-sela tur Italia sang legenda musik berusia 85 tahun tersebut.
Kontras penampilan keduanya langsung mencuri perhatian. Dylan tampil nyaris serba hitam dengan hoodie tertutup, sarung tangan, dan payung, sementara Paus Leo XIV mengenakan jubah putih khas kepausan. Keduanya diketahui sama-sama berasal dari wilayah Midwest Amerika Serikat.
Dalam pertukaran hadiah yang hangat, Paus Leo XIV memberikan rosario kepada peraih Nobel Sastra tersebut. Sebaliknya, Dylan menghadiahkan salinan otobiografinya berjudul Chronicles: Volume One kepada Bapa Suci.
Menariknya, hubungan keduanya bukan sekadar pertemuan formal. Paus Leo XIV rupanya mengagumi karya Dylan dan pernah mengutip lirik lagu anti-nuklir Dylan yang belum pernah dirilis, Go Away You Bomb, dalam kata pengantar sebuah buku tentang perdamaian. Lagu yang ditulis tahun 1963 semasa Perang Dingin itu baru ditemukan kembali pada 2013.
Ini bukan kali pertama Dylan bertemu Paus. Pada 1997, ia pernah tampil di hadapan Paus Yohanes Paulus II dalam Kongres Ekaristi Nasional di Bologna, bahkan sempat naik ke panggung untuk berjabat tangan.
Analisis Dampak: Pertemuan ini menjadi simbol dialog budaya pop dan spiritualitas yang jarang terjadi. Bagi masyarakat global, momen ini menegaskan bahwa seni dan iman bisa bersinggungan tanpa sekat. Dari sisi wisata religi dan budaya, pertemuan di Vatikan ini berpotensi meningkatkan minat publik terhadap tur Dylan maupun kunjungan ke Roma. Sementara bagi penggemar musik, momen ini memperkuat narasi bahwa Dylanâmeski dikenal sebagai sosok reclusifâtetap memiliki pengaruh lintas generasi dan institusi.
Dylan dijadwalkan tampil di Palazzo dello Sport, Kamis, sebagai bagian dari tur Rough and Rowdy Ways.