Barcelona, Spanyol - Jose Mourinho akhirnya kembali ke El Clasico setelah 13 tahun. Pria asal Portugal itu kini duduk di kursi pelatih Real Madrid untuk periode keduanya, siap menghadapi Barcelona di Camp Nou pada Minggu dini hari WIB.
Bagi para penggemar Barcelona, sosok Mourinho bukanlah nama yang asing. Kenangan buruk tentang kekalahan 5-0 pada November 2010 silam masih membekas kuat. Malam itu, tim asuhan Pep Guardiola menghancurkan Madrid dengan permainan menyerang yang memukau. Namun, yang paling diingat bukan cuma skornya, melainkan tensi panas yang menyertai pertandingan tersebut.
Seorang penggemar Barcelona, Aleix Soler (35), mengaku masih ingat betul atmosfer pertandingan kala itu. Menurutnya, El Clasico era Mourinho selalu punya bumbu tersendiri. "Selalu ada ketegangan. Anda bisa menghabiskan sepekan penuh berdebat soal pertandingan bahkan sebelum bola ditendang," ujarnya, dikutip dari Al Jazeera.
Kini, Barcelona berada di posisi yang sangat diuntungkan. Pasukan Hansi Flick tampil perkasa dengan menyapu bersih sembilan laga awal La Liga, mencetak 39 gol, dan unggul enam poin atas Madrid. Jika menang, jarak mereka bisa melebar menjadi sembilan poin. Sebaliknya, Madrid yang saat ini berada di peringkat ketiga wajib menang untuk memangkas jarak menjadi tiga poin sekaligus mengembalikan kepercayaan diri tim.
Selain duel taktik di bangku cadangan, sorotan juga tertuju pada duel individu antara Lamine Yamal dan Kylian Mbappe. Keduanya akan bertemu sehari sebelum upacara Ballon d'Or di London, menambah drama ambisi pribadi di tengah pertarungan gengsi klub.
Namun, Barcelona tak datang tanpa masalah. Kekalahan 4-2 dari PSG di Liga Champions tengah pekan lalu menjadi alarm bagi lini belakang mereka. Absennya Eric Garcia dan Jules Kounde membuat pertahanan Barcelona sedikit goyah. Mourinho pun diprediksi akan memanfaatkan celah ini untuk memutus tren buruk Madrid yang kalah enam kali dalam tujuh El Clasico terakhir.