Konflik Israel-Iran memasuki babak baru yang kian memanas di hari ke-20. Alih-alih mereda, perang justru makin melebar, terutama dengan serangan-serangan brutal yang menyasar jantung perekonomian kawasan: infrastruktur energi. Siapa yang paling dirugikan dari eskalasi ini?
Tensi ketegangan di Timur Tengah mencapai puncaknya setelah Israel melancarkan serangan terhadap ladang gas South Pars di Iran, yang tak lain adalah ladang gas terbesar di dunia. Tak butuh waktu lama, Iran langsung membalas. Mereka menghujani fasilitas minyak dan gas di Qatar, Arab Saudi, hingga Uni Emirat Arab dengan rentetan misil. Salah satu target yang terdampak parah adalah Kawasan Industri Ras Laffan di Qatar, yang dilaporkan mengalami kebakaran hebat.
Aksi saling serang ini bukan cuma soal adu kekuatan militer. Lebih dari itu, serangan terkoordinir terhadap infrastruktur energi ini punya dampak besar pada pasokan energi global dan tentu saja, harga minyak dunia. Bayangkan, jika fasilitas vital ini terus-menerus jadi sasaran, stabilitas ekonomi dunia bisa terguncang dan kita semua merasakan imbasnya.
Di sisi lain, di kancah politik Amerika Serikat, ada isu yang tak kalah menarik. Direktur Intelijen Nasional (DNI) Tulsi Gabbard dituding telah mengubah kesaksiannya di Senat terkait Iran. Gabbard diduga menghilangkan detail-detail intelijen yang sebenarnya bertentangan dengan klaim Presiden Donald Trump, yang menyebut Iran sebagai ancaman besar. Tuduhan ini tentu saja memunculkan pertanyaan besar tentang independensi intelijen dan bagaimana informasi sensitif bisa saja dimanipulasi untuk kepentingan politik. Situasi ini tentu saja menambah kompleksitas bagaimana dunia akan bereaksi terhadap konflik di Timur Tengah.
Pada akhirnya, perang Israel-Iran bukan hanya konflik lokal yang terjadi di halaman belakang mereka, melainkan punya tentakel yang menjalar ke berbagai sektor, mulai dari ekonomi global hingga intrik politik di negara adidaya. Masyarakat internasional kini menanti, akankah konflik ini terus membara dan menyeret lebih banyak pihak ke dalam pusarannya?