TELUK MEMBARA! DRONE IRAN HANTAM INFRASTRUKTUR, NYAWA MELAYANG - Berita Dunia
← Kembali

TELUK MEMBARA! DRONE IRAN HANTAM INFRASTRUKTUR, NYAWA MELAYANG

Foto Berita

Kawasan Teluk kembali bergejolak hebat setelah serangkaian serangan drone dan rudal yang diduga dilancarkan Iran menyasar berbagai infrastruktur vital di Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Qatar, hingga Arab Saudi. Insiden mematikan ini tak hanya merenggut satu nyawa WN Bangladesh, tetapi juga memicu kebakaran besar dan kerusakan material parah, memperkeruh tensi geopolitik yang sudah tegang.

Di Fujairah, Uni Emirat Arab, seorang warga negara Bangladesh tewas setelah terkena pecahan rudal akibat insiden pencegatan drone. Pihak berwenang UEA kini sedang menangani kasus tersebut. Tak kalah genting, Bandara Internasional Kuwait juga menjadi sasaran empuk. Juru bicara Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Kuwait, Abdullah al-Rajhi, membenarkan serangan drone dari Iran dan faksi-faksi pendukungnya menargetkan tangki-tangki bahan bakar, menyebabkan kobaran api besar. Syukurlah, menurut laporan resmi Kuwait News Agency (KUNA), insiden ini hanya menimbulkan kerusakan material tanpa ada korban jiwa.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Bahrain melaporkan tim pertahanan sipil mereka berjuang memadamkan api di fasilitas sebuah perusahaan, yang juga disebut sebagai 'agresi Iran'. Lepas pantai ibu kota Qatar, Doha, sebuah kapal tanker minyak disambar rudal jelajah. Kementerian Pertahanan Qatar mengkonfirmasi bahwa tiga rudal diluncurkan dari Iran; dua berhasil dicegat, namun satu lainnya mengenai kapal tanker yang disewa QatarEnergy. Meski kapal mengalami kerusakan lambung dan 21 awaknya dievakuasi, kabar baiknya tidak ada korban luka. Perlu dicatat, bulan lalu, fasilitas gas utama Qatar di Ras Laffan juga pernah dihantam rudal Iran.

Arab Saudi pun tak luput, mengklaim telah mencegat dan menghancurkan beberapa drone tanpa melaporkan adanya korban. Serangan masif ini disinyalir sebagai balasan Iran terhadap serangan udara AS-Israel yang menyasar negaranya. Namun, negara-negara Teluk bersikukuh bahwa Teheran sengaja menargetkan infrastruktur sipil, bukan aset militer AS seperti yang diklaim Iran.

Dampak peperangan yang kini memasuki pekan kelima ini terasa meluas. Laporan Program Pembangunan PBB (UNDP) memprediksi Produk Domestik Bruto (PDB) di dunia Arab bisa anjlok sekitar 3,7 hingga 6 persen, setara dengan kontraksi ekonomi fantastis sebesar $120 miliar hingga $194 miliar, hanya dalam sebulan perang. Angka ini jelas mengancam stabilitas ekonomi regional yang sangat bergantung pada minyak. Di tengah eskalasi ini, Presiden AS Donald Trump justru mengeluarkan pernyataan yang kontradiktif mengenai kapan perang akan berakhir, menambah ketidakpastian situasi.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook