Kozo Tashima, sosok veteran sepak bola Jepang, resmi menantang Gianni Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA pada Maret mendatang. Pria berusia 68 tahun ini menjadi orang Jepang pertama yang mencalonkan diri untuk posisi tertinggi di badan sepak bola dunia tersebut.
Bagi publik Jepang, Tashima bukan nama asing. Ia memiliki rekam jejak lengkap: mantan pemain, pelatih, hingga birokrat sepak bola. Reputasinya dikenal sebagai figur yang aman dan jarang membuat kontroversi. Salah satu momen langka yang menyita perhatian publik terjadi pada Maret 2020, saat ia menjadi salah satu tokoh publik pertama di Jepang yang terpapar virus corona.
Pencalonan ini didasari oleh kegelisahannya terhadap arah FIFA saat ini. Tashima menilai, di era bisnis dan uang yang kian mendominasi, integritas olahraga harus tetap dijaga. Ia bahkan menyebut pemilihan ini sebagai uji nyata apakah FIFA mampu membersihkan diri dari berbagai masalah internal.
Pengalaman Tashima terbilang mumpuni. Ia pernah menimba ilmu di German Sport University Cologne, Jerman, dan terkesan dengan pendekatan ilmiah dalam pelatihan sepak bola di sana. Sekembalinya ke Jepang, ia mendedikasikan hidupnya untuk mengembangkan sepak bola negeri Sakura, mulai dari melatih tim universitas hingga akhirnya memimpin Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) pada 2016.
Salah satu keputusan kontroversialnya saat menjabat Presiden JFA adalah memecat pelatih Vahid Halilhodzic dua bulan sebelum Piala Dunia 2018. Meski menuai kritik, Jepang saat itu berhasil melaju hingga babak 16 besar. Tashima mengaku bertanggung jawab penuh atas keputusan tersebut.
Analisis Dampak: Pencalonan Tashima menjadi angin segar bagi negara-negara anggota FIFA yang selama ini merasa kurang puas dengan kepemimpinan Infantino yang dianggap terlalu berpihak pada kepentingan komersial. Bagi masyarakat Indonesia, dinamika ini penting dicermati karena kebijakan FIFA berdampak langsung pada pengembangan sepak bola nasional, termasuk alokasi dana bantuan dan program pembinaan usia muda. Jika Tashima terpilih, ia berjanji akan membawa semangat transparansi dan integritas yang lebih baik.