Jakarta - Duel sengit antara petarung kelas ringan UFC, Ilia Topuria dan Justin Gaethje, memanas hingga ke pelataran Gedung Putih. Dalam konferensi pers terakhir sebelum laga utama UFC Freedom 250, Sabtu (11/5), Topuria nekat mendorong Gaethje di depan Monumen Lincoln, Washington DC. Insiden ini sontak menjadi perhatian karena lokasinya yang ikonik dan tensi yang langsung meninggi.
Topuria, jagoan asal Georgia-Spanyol yang belum terkalahkan, kembali setelah setahun vakum akibat perceraiannya yang ramai diberitakan. Sementara Gaethje, juara interim kelas ringan sekaligus petarung favorit Amerika, baru saja mengalahkan Paddy Pimblett di UFC 324 Januari lalu untuk merebut sabuk saat Topuria absen. Bos UFC, Dana White, langsung melerai keduanya setelah insiden dorong-mendorong tersebut. Menariknya, Gaethje justru tertawa dan mengejek Topuria, 'Lihat di mana kita berada, pemandangan indah ini, dan kau mau bertingkah seperti binatang?'
Topuria, 29 tahun, dengan percaya diri menjanjikan kemenangan knockout di ronde pertama. 'Saya tahu saya yang terbaik di dunia. Dalam dua hari kita akan berada di tempat yang sama. Buktikan saya salah kalau bisa,' tantangnya. Gaethje, 37 tahun, tak gentar. Ia mengandalkan pengalaman bertarungnya sebagai kunci kemenangan. 'Saya punya banyak pengalaman di dalam kandang. Saya akan menggunakannya untuk menjadi hebat. Yang perlu saya lakukan hanyalah masuk dan bertarung habis-habisan,' balasnya.
Sebelum vakum, Topuria sedang dalam performa terbaiknya. Dalam 16 bulan, ia hanya butuh enam ronde total untuk mengalahkan tiga legenda masa depan: Alexander Volkanovski, Max Holloway, dan Charles Oliveira, semuanya dengan KO brutal. Publik pun memprediksi hal serupa akan terjadi pada Gaethje, meskipun gaya bertarung Gaethje yang nekat dijamin akan membuat laga ini seru.
Laga puncak lainnya mempertemukan Alex 'Poatan' Pereira yang naik kelas ke heavyweight untuk merebut gelar juara tiga divisi pertama dalam sejarah UFC, melawan Ciryl Gane. Jagoan favorit Amerika, 'Suga' Shawn O'Malley, juga akan diuji oleh petarung veteran Kanada, Aiemann Zahabi. Ajang bertajuk UFC Freedom 250 ini menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-80 Presiden Donald Trump sekaligus peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat. Sebuah oktagon raksasa setinggi 28 meter telah didirikan di halaman selatan Gedung Putih. Sebelumnya, seorang hakim federal menolak gugatan dua warga Washington yang menolak acara ini digelar di Gedung Putih, memastikan pertarungan tetap berjalan sesuai jadwal.