LEWIS HAMILTON SERUKAN KEBEBASAN KONGO DI BALAP RWANDA - Berita Dunia
← Kembali

LEWIS HAMILTON SERUKAN KEBEBASAN KONGO DI BALAP RWANDA

Foto Berita

Keputusan kontroversial untuk menggelar balapan Formula One (F1) di Rwanda memicu reaksi keras dari juara dunia tujuh kali, Lewis Hamilton. Pembalap berusia 41 tahun itu memanfaatkan momen tersebut untuk menyerukan kebebasan bagi Kongo, Sudan, Suriah, dan Palestina.

Hamilton menegaskan bahwa kehadiran F1 di Afrika seharusnya menjadi momentum edukasi global, bukan sekadar ajang balap. Ia menyoroti kurangnya pemahaman dunia Barat tentang sejarah kelam benua Afrika, termasuk dampak kolonialisme yang menurutnya masih terasa hingga kini.

Pernyataan Hamilton ini muncul di tengah kritik organisasi hak asasi manusia, Amnesty International, yang menuduh F1 telah memberikan 'hadiah sportswashing' kepada Rwanda. Negara tersebut dituduh melakukan pelanggaran HAM dan mendukung pemberontak M23 di Republik Demokratik Kongo (DRC).

Dampaknya bagi masyarakat global, isu geopolitik Afrika dan Timur Tengah kini menjadi sorotan penggemar otomotif. Hamilton berharap balapan di Afrika pada 2030-an nanti tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga memicu kesadaran kolektif untuk perdamaian dunia dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook