ANCAMAN PRESIDEN CHILE GAGAL: IMIGRAN NEKAD, JALUR LEBIH BAHAYA! - Berita Dunia
← Kembali

ANCAMAN PRESIDEN CHILE GAGAL: IMIGRAN NEKAD, JALUR LEBIH BAHAYA!

Foto Berita

Presiden terpilih Chile, Jose Antonio Kast, sudah berjanji akan menindak tegas imigran gelap. Namun, realitas di lapangan justru berbanding terbalik dengan ancamannya. Bukannya berkurang, jumlah imigran yang nekat masuk ke wilayah utara Chile malah makin banyak, bahkan rela menempuh jalur super ekstrem yang mempertaruhkan nyawa.

Sebelum kemenangannya, Kast, politikus sayap kanan, sempat mengultimatum para imigran tanpa dokumen untuk segera meninggalkan Chile secara sukarela dalam waktu 103 hari sebelum pelantikannya pada 11 Maret. Pernyataan ini jelas-jelas menunjukkan sikap kerasnya terhadap isu imigrasi. Ia bahkan memenangkan suara telak di wilayah Arica y Parinacota, daerah perbatasan yang memang jadi pintu masuk utama imigran.

Tapi, alih-alih terjadi eksodus massal seperti yang diharapkan, warga lokal justru menyaksikan peningkatan kedatangan imigran. "Krisis di sini makin parah, situasi imigrasi jauh lebih buruk," keluh Andrea Chellew, warga setempat yang juga mantan kandidat Senat. Wilayah Arica y Parinacota memang dikenal sebagai jalur utama bagi pencari suaka dan imigran yang melintasi perbatasan dari Peru dan Bolivia. Belakangan, masalah ini diperparah dengan maraknya kejahatan terorganisir, salah satu poin kampanye utama Kast.

Kebijakan keras Kast ini menciptakan perdebatan di masyarakat. Ada yang berharap kebijakan 'tangan besi' ini bisa mengurangi tekanan di wilayah mereka, tapi tak sedikit pula yang khawatir justru akan memperdalam perpecahan dan menciptakan masalah baru. Fenomena ini juga memicu para imigran untuk bergegas menyeberang sebelum Kast benar-benar menjabat.

Pergeseran pola perlintasan imigran pun terlihat jelas. Jika sebelumnya banyak yang masuk dari Peru, kini jalur alternatif melalui Bolivia menjadi pilihan utama. "Orang Bolivia menyelundupkan imigran dengan mobil secara ilegal. Mereka diantar sampai dataran tinggi, lalu harus berjalan kaki ke jalan utama. Dari sana, mereka mencari tumpangan, tapi harus bayar," jelas Chellew. Jalur ini sangat berbahaya; tak jarang imigran harus berjalan kaki di malam hari, menghadapi suhu ekstrem hingga minus 15 derajat Celcius dan ketinggian lebih dari 5.000 meter yang bisa menyebabkan sakit karena kurangnya oksigen. Ini menunjukkan betapa putus asanya para imigran dalam mencari kehidupan yang lebih baik, bahkan di tengah ancaman dan bahaya mengintai.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook